Home News Antara Kemeriahan dan Empati: Dunia Sambut Tahun 2026 dengan Harapan Baru
News

Antara Kemeriahan dan Empati: Dunia Sambut Tahun 2026 dengan Harapan Baru

Bagikan
Perayaan Malam Tahun Baru 2026 Global
Dunia menyambut tahun 2026 dengan beragam cara. Mulai dari kemeriahan di Paris dan Dubai hingga perayaan penuh empati di Indonesia dan Hong Kong pascabencana.Foto:Leteventhk/officialweb
Bagikan

Finnews.id – Dunia resmi memasuki tahun 2026 dengan suasana yang beragam. Dari gemerlap kembang api di Paris hingga aksi tabuh drum yang menggema di berbagai belahan dunia, jutaan orang merayakan pergantian tahun dengan pesan keteguhan hati dan harapan akan perdamaian global.

Di Prancis, warga memadati kawasan Champs-Élysées untuk menyaksikan proyeksi hitung mundur pada monumen ikonis Arc de Triomphe. Sementara itu, Dubai memukau dunia dengan atraksi jet ski bercahaya yang menari di bawah langit malam yang penuh kembang api.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, beberapa negara memilih pendekatan yang lebih bersahaja sebagai bentuk solidaritas atas berbagai tragedi yang terjadi sepanjang akhir tahun 2025.

Solidaritas Indonesia dan Hong Kong

Indonesia memilih untuk membatasi perayaan besar tahun ini. Pemerintah mengambil kebijakan tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra yang merenggut lebih dari 1.100 jiwa sebulan lalu. Di Bali, atraksi kembang api digantikan dengan tarian tradisional yang lebih khidmat namun tetap memikat wisatawan.

Senada dengan Indonesia, Hong Kong juga meniadakan pesta kembang api di Victoria Harbor. Keputusan ini diambil untuk menghormati memori 161 korban jiwa akibat kebakaran hebat di sebuah kompleks apartemen baru-baru ini. Sebagai gantinya, fasad bangunan-bangunan pencakar langit diubah menjadi jam hitung mundur raksasa dengan pertunjukan lampu laser.

Sydney Berpesta di Bawah Pengamanan Ketat

Australia merayakan tahun baru dengan semangat perlawanan terhadap teror. Meski kembang api tetap menghiasi langit Sydney, polisi memperketat keamanan dengan menyiagakan petugas bersenjata laras panjang di titik-titik keramaian. Langkah ini diambil pasca-insiden penembakan massal di Bondi Beach pada Desember lalu.

Sebelum puncak acara, warga mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para korban. Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menegaskan bahwa kehadiran massa yang besar merupakan simbol kekuatan warga Australia. “Kita harus menunjukkan keteguhan hati di hadapan kejahatan yang mengerikan ini,” tegasnya.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
News

Target Juni 2026, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond untuk Perkuat APBN

finnews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerbitan surat utang global...

News

Aturan Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta 2026: Simak dengan Teliti Penjelasan Lengkapnya!

finnews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan kabar baik bagi...

News

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Tutup, 170 Pekerja Terdampak

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari industri baja nasional. Osaka Steel Co...

News

MELEDAK! Subsidi Energi Tembus Rp118,7 Triliun di Awal 2026, Melonjak 266 Persen

finnews.id – Angka subsidi dan kompensasi energi Indonesia benar-benar “meledak” di awal 2026....