Home News Baru jadi Tersangka Korupsi, Eks Dirut Bank NTT Ijin Rayakan Natal
News

Baru jadi Tersangka Korupsi, Eks Dirut Bank NTT Ijin Rayakan Natal

Eks Dirut bank ntt

Bagikan
Bagikan

PT SNP disebut sebagai perusahaan yang sakit sejak awal. Perusahaan ini menyajikan laporan keuangan palsu dengan piutang fiktif dan jaminan ganda agar terlihat sehat, meski sebenarnya bermasalah dengan utang Rp2,4 triliun ke Bank Mandiri. Sementara para tersangka dari PT MNC Sekuritas menawarkannya ke Alex dan membelinya.

PT SNP akhirnya gagal bayar kupon dan pokok pada 2020. Selain fee resmi, ada kesepakatan fee ilegal 3,5-4%. Fee ini dibagi-bagi oleh AI sebanyak Rp1 miliar, AE Rp2,8 miliar, BRS Rp1,2 miliar, dan PT SNP Rp44 miliar.

“Sementara negara melalui Bank NTT rugi Rp50 miliar dan ini sesuai laporan BPK,” jelasnya.

3. Ditahan 20 hari sebelum persidangan

Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati NTT sendiri memeriksa Alex selama berjam-jam. Eks Dirut Bank NTT ini dicecar 37 pertanyaan sebelum akhirnya mengenakan rompi tahanan. Ia sendiri mengaku akan menyerahkan proses praperadilan kepada kuasa hukum dan menghargai proses ini.

“Saya ikuti proses yang Tuhan sudah izinkan ini dan akan kita hormati proses hukumnya,” jawab Alex saat digelandang ke mobil tahanan.

Rencananya ia akan mendekam selama 20 hari ke depan atau hingga 31 Desember 2025 di Rutan Klas IIb Kupang menunggu persidangan.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait...

News

Deadline Lewat! DJP Tegas: Tak Ada Ampun untuk Telat Lapor SPT, Siap Kena Denda

finnews.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada lagi...

News

Pelaporan SPT 2025 Tembus 12,7 Juta, DJP: Kepatuhan Pajak Makin Tinggi

Dengan tren positif ini, pemerintah optimistis target pelaporan SPT tahun 2025 dapat...

News

Daftar Perjalanan KA Dibatalkan Hari Ini dari Stasiun Gambir dan Senen, Imbas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

finnews.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta masih...