Home Internasional Bahas Negosiasi Damai: AS Bertemu Rusia dan Ukraina
Internasional

Bahas Negosiasi Damai: AS Bertemu Rusia dan Ukraina

Bagikan
Perdamaian Ukraina-Rusia
Perdamaian Ukraina-Rusia, Image: Geralt / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan kepala Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, di Miami pada hari Kamis, konfirmasi Gedung Putih.

Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah Witkoff menghabiskan hampir lima jam bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Selasa, yang menurut Kremlin tidak menghasilkan kompromi untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan tersebut “cukup baik”, namun menekankan bahwa terlalu dini untuk memastikan hasilnya karena “butuh dua pihak untuk berdansa.”

Trump juga mengatakan bahwa kesan Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, adalah bahwa Putin ingin mengakhiri perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menegaskan bahwa Rusia harus menghentikan pertumpahan darah dan menuduh Putin membuang-buang waktu dunia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa pertemuan antara negosiator AS dan Ukraina akan berlangsung “dalam beberapa hari ke depan”.

Dalam pernyataan di X (dulu Twitter), Zelensky mengatakan bahwa dunia kini merasakan peluang nyata untuk mengakhiri perang, namun menekankan bahwa negosiasi harus didukung tekanan terhadap Rusia.

Titik Kontroversi Perundingan

Perundingan AS-Rusia di Kremlin dilakukan setelah serangkaian pertemuan AS dengan para pemimpin Ukraina dan Eropa, menyusul kekhawatiran bahwa rancangan kesepakatan damai terlalu menguntungkan pihak Rusia.

Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Putin, menyatakan beberapa proposal AS “lebih atau kurang dapat diterima”, tetapi beberapa lainnya dikritik secara terbuka oleh Putin.

Dua isu utama masih menjadi titik sengketa antara Moskow dan Kyiv: nasib wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia dan jaminan keamanan bagi Ukraina.

Kyiv dan mitra Eropa percaya bahwa cara paling efektif untuk mencegah Rusia menyerang lagi di masa depan adalah dengan memberikan Ukraina keanggotaan NATO.

Rusia menolak keras gagasan ini, dan Trump pun berulang kali menegaskan bahwa ia tidak berniat membiarkan Ukraina bergabung dengan aliansi.

Kremlin menyebut prospek Ukraina masuk NATO sebagai “pertanyaan kunci” yang dibahas di Moskow.

Perkembangan Militer Rusia

Ushakov juga menyinggung bahwa posisi negosiasi Rusia diperkuat berkat keberhasilan militer terbaru.

Putin terlihat mengenakan seragam militer saat berada di pos komando Rusia, diberi pengarahan tentang penguasaan kota strategis Pokrovsk dan wilayah sekitarnya.

Meskipun pertempuran masih berlangsung, Rusia menegaskan bahwa kemajuan militernya menjadi sinyal bagi AS.

Menurut analisis Institut Studi Perang (ISW), Rusia berhasil merebut sekitar 701 km² wilayah Ukraina pada November, sehingga kini menguasai 19,3% total wilayah Ukraina.

Kremlin menegaskan Putin siap bertemu dengan Amerika “sebanyak yang diperlukan”, namun hubungan AS-Rusia yang mulai lebih hangat justru memperlebar jurang antara Moskow dan Eropa.

Reaksi Eropa dan Kebijakan Energi

Putin menuduh Eropa menghambat hubungan Rusia-AS dan menghalangi proses perdamaian.

Sebelum bertemu Witkoff dan Kushner, Putin menyatakan kesiapannya untuk perang meski tidak ingin konflik dengan Eropa.

Para pejabat Inggris menolak pernyataan Putin sebagai “retorika Kremlin” dari presiden yang tidak serius soal perdamaian.

Menteri luar negeri NATO mengapresiasi adanya pembicaraan damai, tetapi menekankan Ukraina harus berada dalam posisi terkuat untuk mempertahankan perjuangan.

Sementara itu, Komisi Eropa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri impor gas Rusia pada 2027, dan mengusulkan penggalangan €90 miliar untuk mendukung militer dan layanan dasar Ukraina selama perang.

Usulan ini mencakup penggunaan aset Rusia yang dibekukan di Belgia atau pembiayaan melalui pinjaman internasional.

Isu Hak Asasi dan Anak-anak Ukraina

Di PBB, Amerika Serikat bersama 90 negara lain menuntut Rusia untuk segera mengembalikan anak-anak Ukraina yang dipindahkan atau dideportasi secara paksa.

Pemerintah Ukraina menyebut lebih dari 19.000 anak telah dipindahkan ke Rusia, sementara pemerintah Inggris memperkirakan sekitar 6.000 anak ditempatkan di “kamp re-educasi”.

Pada 2023, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin terkait deportasi anak-anak, yang dibantah oleh Kremlin.

Kesimpulan

Negosiasi damai antara AS, Rusia, dan Ukraina menunjukkan adanya dinamika kompleks yang melibatkan militer, politik, dan hak asasi.

Pertemuan Witkoff dengan kedua pihak dan dukungan internasional terhadap Ukraina mencerminkan kombinasi diplomasi aktif dan tekanan global, sementara Eropa bergerak menuju kemandirian energi dan dukungan finansial terhadap Ukraina.

Meskipun peluang perdamaian terlihat terbuka, sejumlah isu kritis seperti keanggotaan NATO dan kontrol wilayah tetap menjadi batu sandungan utama.

Referensi

BBC News, “US envoy meets Putin as Ukraine peace talks continue”
Reuters, “Russia-Ukraine latest: Moscow talks, European energy independence”
AFP, “Russian gains in Ukraine’s east and implications for peace talks”
Institute for the Study of War (ISW), “Ukraine Conflict Updates”
United Nations, “UN demands return of deported Ukrainian children”

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Buka Selat Hormuz, Dua Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

finnews.id – Kabar baik datang dari jalur perdagangan laut paling vital di...

Internasional

Selat Hormuz Dibuka Kembali: Pasar Global Bergairah, Harga Minyak Anjlok 10%

finnews.id – Kabar positif datang dari kawasan Teluk yang seketika mengubah wajah...

Internasional

Yen Jepang Menguat Tajam, Menkeu Satsuki Katayama Soroti Aksi Spekulan Pasar

finnews.id – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memberikan pernyataan tegas mengenai penguatan...

Internasional

Pilot Lufthansa Mogok Kerja, Seribu Lebih Penerbangan di Jerman Batal

finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini....