finnews.id – Kabar besar datang dari dunia diplomasi internasional yang bisa menentukan nasib dompet kita semua! Presiden Prabowo Subianto baru saja mengambil langkah berani dengan bertolak menuju Rusia pada Minggu malam, 12 April 2026. Bukan sekadar kunjungan biasa, mantan Danjen Kopassus ini terbang langsung ke Moskow untuk melakukan pertemuan empat mata dengan “Orang Kuat” Rusia, Presiden Vladimir Putin.
Isu mengenai ketahanan energi memang sedang menjadi perhatian serius di tengah gejolak global yang tidak menentu. Langkah cepat Prabowo ini seolah memberi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin main-main dalam menjaga stabilitas dalam negeri. Jika kamu peduli dengan ketersediaan bahan bakar dan kestabilan harga energi, maka hasil pertemuan di Rusia ini wajib masuk radar pantauan kamu!
Terbang 12 Jam Non-Stop: Misi Krusial di Tengah Dinamika Global
Presiden Prabowo Subianto lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, tepat pukul 23.10 WIB. Menggunakan maskapai kebanggaan nasional, Garuda Indonesia, perjalanan udara ini memakan waktu kurang lebih 12 jam penerbangan non-stop. Begitu mendarat pada Senin pagi waktu setempat, Prabowo tidak membuang waktu lama untuk langsung bersiap menemui Putin di siang harinya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pertemuan kedua pemimpin negara ini memiliki arti yang sangat mendalam. “Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” tegas Teddy dalam keterangan resminya pada Senin (13/4/2026). Dunia memang sedang berubah, dan Indonesia harus memastikan posisinya tetap aman di tengah perubahan lanskap global yang sangat dinamis.
Amankan Pasokan Minyak: Fokus Utama Penguatan Ketahanan Energi
Banyak yang bertanya-tanya, apa yang sebenarnya mereka bahas? Seskab Teddy membocorkan bahwa agenda utama perundingan strategis ini adalah penguatan ketahanan energi nasional. Prabowo ingin memastikan bahwa Indonesia mendapatkan kepastian pasokan energi yang stabil dari Rusia. Salah satu poin yang paling sensitif adalah ketersediaan minyak mentah.