finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini. Maskapai penerbangan terbesar di Jerman, Lufthansa, terpaksa membatalkan lebih dari 1.000 jadwal terbang pada Jumat, 17 April 2026 akibat aksi mogok pilot yang terus berlanjut.
Perselisihan gaji antara manajemen maskapai dan serikat pekerja kini memasuki babak baru yang semakin memanas.
Di Frankfurt, yang merupakan hub utama mereka, operator bandara Fraport melaporkan sekitar 650 dari 1.300 rencana lepas landas dan pendaratan harus batal.
Kondisi serupa terjadi di Munich, di mana lebih dari 400 penerbangan dari total 915 jadwal juga tidak bisa beroperasi.
Langkah industri ini tidak hanya memukul layanan utama Lufthansa, tetapi juga berdampak pada Lufthansa Cargo dan anak perusahaan regionalnya, CityLine.
Aksi mogok pilot ini berlangsung selama empat hari, sementara awak kabin juga melakukan protes serupa selama dua hari.
Pemangkasan Biaya dan Penghapusan Armada CityLine
Menanggapi tekanan finansial akibat konflik tenaga kerja dan lonjakan harga bahan bakar jet, pihak manajemen Lufthansa mengambil langkah drastis. Pada hari Kamis, 16 April 2026, perusahaan mengumumkan kebijakan efisiensi biaya secara besar-besaran.
Salah satu keputusan yang paling mengejutkan adalah penghapusan 27 jet regional Canadair milik CityLine dari daftar operasional. Pihak maskapai beralasan bahwa faktor usia pesawat dan biaya operasional yang sangat tinggi menjadi penyebab utama penghentian armada ini.
Serikat Pekerja: “Lufthansa Tinggalkan Rasionalitas”
Keputusan manajemen tersebut langsung mendapat kecaman keras dari Vereinigung Cockpit (VC), serikat pekerja pilot. Mereka menilai langkah menutup operasional CityLine secara mendadak sebagai tindakan yang tidak memedulikan nasib karyawan.
Presiden VC, Andreas Pinheiro, menyampaikan kritik tajamnya terhadap kebijakan tersebut:
“Dari perspektif VC, Grup Lufthansa telah meninggalkan jalan rasionalitas. Ini dilakukan tanpa memperhatikan karyawan dan gagal memenuhi tanggung jawabnya.”
Pinheiro juga meragukan alasan faktor geopolitik yang dilontarkan perusahaan. Menurutnya, tidak ada maskapai pesaing yang melakukan pengurangan kapasitas sebesar Lufthansa saat ini. Ia justru mencurigai bahwa penghapusan armada tersebut adalah strategi tekanan dalam perselisihan perburuhan yang tengah berlangsung dengan serikat VC dan UFO.
Bagi Anda yang memiliki jadwal terbang dengan maskapai ini dalam waktu dekat, sangat disarankan untuk terus memantau status penerbangan secara berkala, mengingat negosiasi gaji ini masih belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan.