Home Internasional Australia Dilanda Gelombang Panas Ekstrem: Suhu Tembus 40° Celsius
Internasional

Australia Dilanda Gelombang Panas Ekstrem: Suhu Tembus 40° Celsius

Bagikan
Heat Wave, Image: AbouYassin / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Gelombang panas ekstrem mulai melanda berbagai wilayah Australia, dengan suhu yang diperkirakan mencapai kisaran 40° Celsius pada akhir pekan.

Biro Meteorologi Australia (BoM) telah mengeluarkan peringatan heatwave parah hingga ekstrem untuk New South Wales, Western Australia dan Northern Territory.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, sehingga warga diimbau mengambil langkah pencegahan sejak dini.

Menurut BoM, peringatan heatwave dirilis ketika suhu maksimum dan minimum diprediksi berada di atas batas normal selama setidaknya tiga hari.

Karena itu, wilayah seperti pesisir selatan NSW berada dalam kategori ekstrem yang berarti situasinya dapat berbahaya bagi semua orang, termasuk individu sehat yang tidak mengambil tindakan pencegahan.

Kenaikan Suhu Meningkat Sejak Kamis

Di NSW, kenaikan suhu mulai terasa sejak Kamis dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Jumat dan Sabtu.

Beberapa wilayah barat Sydney diprediksi menyentuh suhu rendah 40° Celsius, sementara kota lain seperti Newcastle, Nowra, Gosford, Richmond dan Wollongong juga termasuk dalam area terdampak.

Meteorolog senior Christie Johnson menjelaskan bahwa dampak kesehatan dari gelombang panas bersifat kumulatif.

Hari ketiga biasanya menjadi titik paling berbahaya karena tubuh mulai mengalami tekanan berkelanjutan akibat paparan panas yang terus menerus.

Kondisi ini terutama mengancam kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, anak anak dan individu dengan penyakit tertentu.

Imbauan untuk Tetap Aman Selama Heatwave

Johnson menekankan pentingnya mencari tempat yang tetap sejuk selama periode panas ekstrem.

Warga disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan blinds tertutup dan jendela ditutup sejak pagi hari guna mencegah panas masuk.

Penggunaan kipas atau AC sangat dianjurkan. Selain itu, masyarakat dapat mencari tempat umum yang sejuk seperti pusat perbelanjaan, perpustakaan atau community centre.

Di Western Australia, wilayah Kimberley, Pilbara dan interior utara juga mengalami peringatan heatwave parah dengan suhu yang diprediksi berada pada kisaran tinggi 30° hingga pertengahan 40° Celsius. Bahkan suhu malam diperkirakan tetap hangat pada kisaran 20° Celsius akhir, sehingga kualitas istirahat dapat terganggu.

Sementara itu, di Northern Territory, beberapa wilayah seperti Daly, Tiwi dan Gregory berada dalam status peringatan.

Namun, kondisi di Kepulauan Tiwi diprediksi mulai mereda menjelang akhir pekan.

Di Queensland, sebagian wilayah kemungkinan juga akan mendapatkan peringatan heatwave sebelum akhir minggu.

Perubahan Cuaca Diperkirakan Hadir

BoM memprediksi adanya perubahan cuaca lebih sejuk yang mulai memasuki NSW pada Sabtu malam hingga Minggu pagi.

Meski begitu, kondisi panas ekstrem di beberapa bagian Australia lainnya kemungkinan tetap berlanjut hingga pekan berikutnya.

Referensi

The Guardian – Communities across large parts of Australia urged to take precautions as temperatures soar ahead of severe and extreme heatwave conditions

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Mengenal John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook di Era AI

finnews.id – Kabar besar datang dari raksasa teknologi asal Cupertino. Pada hari...

Internasional

Kali Pertama Sejak Konflik AS-Iran Pecah, Harga Bensin dan Solar di China Turun

finnews.id – Pemerintah China akhirnya membawa angin segar bagi para pemilik kendaraan....

IMF puji ekonomi Indonesia sebagai bright spot dunia! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pamer fiskal solid dan dorong investasi hilirisasi di Washington.
Internasional

Indonesia Jadi Bright Spot Ekonomi Dunia! Menkeu Purbaya Pamer Pujian IMF di Washington DC

finnews.id – Kabar membanggakan datang dari panggung ekonomi internasional! Di tengah awan...

Internasional

Gencatan Senjata di Timur Tengah Belum Pasti: Harga Minyak Melonjak, Saham Berguncang! 

finnews.id – Pasar global kembali menghadapi situasi pelik pada pembukaan pekan ini....