finnews.id – Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa kerugian akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel diperkirakan mencapai sekitar $270 miliar. Angka ini muncul dari penilaian awal yang masih terus dikaji.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan bahwa isu ganti rugi menjadi fokus utama dalam proses negosiasi yang sedang berjalan.
“Salah satu isu yang sedang diupayakan oleh tim negosiasi kami, dan yang juga diupayakan dalam pembicaraan Islamabad, adalah masalah ganti rugi perang,” kata Mohajerani.
Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum bersifat final.
“Kerugian biasanya harus diperiksa dalam beberapa lapisan.”
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan ini menewaskan dan melukai ribuan orang.
Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Situasi mulai mereda setelah gencatan senjata selama dua minggu diumumkan pada pekan lalu. Meski begitu, konflik belum benar-benar berakhir.
Delegasi Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar pembicaraan intensif selama 21 jam di Islamabad, Pakistan. Namun, negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Kegagalan ini membuat isu kompensasi dan penyelesaian konflik semakin kompleks, terutama karena masing-masing pihak masih mempertahankan posisinya.
Iran Tuntut 5 Negara Arab Bayar Kompensasi
Selain menyoroti peran AS dan Israel, Iran juga menuntut kompensasi dari lima negara Arab. Negara yang dimaksud meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Yordania.
Dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei, utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyampaikan tuduhan serius.
Ia menyatakan bahwa negara-negara tersebut:
“melanggar kewajiban internasional mereka”
Iran menilai kelima negara itu telah memungkinkan serangan AS-Israel terjadi, sehingga harus bertanggung jawab atas kerugian perang.
Gencatan Senjata Belum Menjamin Stabilitas
Meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama dua minggu, situasi kawasan masih rentan. Iran tetap menuntut kejelasan tanggung jawab dan kompensasi atas kerusakan yang terjadi.
Di sisi lain, kegagalan pembicaraan di Islamabad menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh tantangan.