Home Lifestyle Apa Betul Piara Kucing Bikin Mandul? Mitos, Fakta dan Bukti Ilmiah
Lifestyle

Apa Betul Piara Kucing Bikin Mandul? Mitos, Fakta dan Bukti Ilmiah

Bagikan
Kota Seribu Kucing
Kota Seribu Kucing, Image: Pelin / Pexels
Bagikan

finnews.id – Pertanyaan tentang apakah memelihara kucing bisa membuat seseorang mandul sudah lama beredar dan sering dianggap benar tanpa diperiksa sumbernya. Kekhawatiran ini biasanya berasal dari informasi mengenai Toxoplasma gondii, sebuah parasit yang dapat ditemukan pada kotoran kucing dan lingkungan tertentu. Namun, pemahaman ilmiah menunjukkan bahwa persoalannya lebih kompleks daripada sekadar memiliki kucing.

Sebagian orang mengira bahwa setiap pemilik kucing pasti berisiko lebih tinggi terkena toksoplasmosis. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa penyebab infeksi lebih sering berasal dari makanan yang tidak matang atau lingkungan yang terkontaminasi, bukan dari kontak langsung dengan kucing yang dipelihara di rumah.

Apa Itu Toxoplasma gondii?

Toxoplasma gondii merupakan parasit yang dapat menginfeksi berbagai hewan dan manusia. Kucing berperan sebagai host definitif, yaitu satu-satunya makhluk yang dapat melepaskan oosit parasit melalui feses. Namun, pelepasan parasit ini hanya terjadi selama dua sampai tiga minggu setelah kucing pertama kali terinfeksi.

Kucing yang hidup di dalam rumah dan diberi pakan komersial jarang terinfeksi. Banyak pemilik kucing tidak pernah terpajan sumber parasit karena hewan peliharaan mereka tidak berburu atau mengonsumsi daging mentah.

Apakah Toxoplasma Mempengaruhi Kesuburan?

Isu mengenai kesuburan muncul karena beberapa penelitian menghubungkan infeksi toxoplasma dengan masalah reproduksi tertentu.

Beberapa temuan penting:

Untuk laki-laki, sebuah studi laboratorium yang dipublikasikan di FEBS Journal melaporkan bahwa paparan Toxoplasma gondii dapat menyebabkan penurunan motilitas sperma dan kerusakan struktur sel sperma, termasuk terbentuknya sel sperma tanpa kepala. Temuan ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme biologis yang memengaruhi kesuburan. Namun, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan dampaknya pada populasi manusia dalam skala besar.

Jadi, infeksi toxoplasma memang dapat memengaruhi aspek tertentu dari sistem reproduksi. Namun, pemeliharaan kucing tidak otomatis menyebabkan seseorang terinfeksi.

Sumber Infeksi Terbesar Bukan Dari Kucing

Menurut CDC, sebagian besar kasus infeksi toxoplasma pada manusia disebabkan oleh makanan atau lingkungan, bukan oleh kucing peliharaan. Sumber utama infeksi meliputi:

  • Konsumsi daging mentah atau kurang matang

  • Sayur dan buah yang tidak dicuci

  • Paparan tanah atau pasir yang terkontaminasi

Risiko penularan dari kucing biasanya muncul jika:

  • Litter box dibersihkan tanpa sarung tangan

  • Tangan tidak dicuci setelah berkebun atau memegang kucing liar

  • Kucing dibiarkan makan daging mentah atau berburu tikus

Apakah Wanita Hamil Masih Boleh Memelihara Kucing?

CDC menyatakan bahwa wanita hamil tetap dapat memelihara kucing dengan mengikuti langkah pencegahan sederhana, seperti:

  • Menghindari membersihkan litter box atau menggunakan sarung tangan jika harus melakukannya

  • Memasak daging sampai matang sempurna

  • Mencuci tangan setelah berkebun

  • Menjaga kucing tetap di dalam rumah agar tidak berburu atau tertular

Jika langkah ini diterapkan, risiko infeksi dapat ditekan menjadi sangat kecil.

Kesimpulan

Memelihara kucing tidak terbukti sebagai penyebab langsung mandul atau infertilitas. Risiko kesehatan yang sering dikaitkan dengan kucing berasal dari infeksi Toxoplasma gondii, bukan dari keberadaan kucing itu sendiri. Penelitian memang menunjukkan bahwa infeksi toxoplasma dapat berdampak pada kehamilan dan potensi gangguan terhadap sel sperma, tetapi bukti yang menyatakan bahwa pemilik kucing lebih sering mengalami infertilitas masih dianggap tidak kuat.

Dengan menjaga kebersihan, mengelola makanan dengan benar, dan merawat kucing dengan baik, kepemilikan kucing tetap aman, bahkan bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Pada akhirnya, yang perlu diwaspadai adalah cara hidup yang tidak higienis, bukan memelihara kucing itu sendiri.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention — Toxoplasmosis: Information for Cat Owners.

  2. Fallahi, S. dkk. — Maternal–fetal and reproductive effects of Toxoplasma gondii.

  3. Kazemi, F., dkk. — Meta-analysis: Toxoplasma gondii infection and spontaneous abortion.

  4. Rojas-Barón L. dkk. — Adverse impact of acute Toxoplasma gondii infection on human spermatozoa. FEBS Journal (2025).

  5. MotherToBaby / NCBI Bookshelf — Toxoplasmosis Fact Sheet.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

10 Ide Jualan Makanan Paling Laris 2026: Modal Kecil, Untung Besar, dan Cepat Balik Modal

finnews.id – Memulai bisnis kuliner menjadi pilihan strategis bagi banyak orang yang...

Lifestyle

Solusi Nyeri dan Memar, PT Tunggal Idaman Abdi Rilis Thrombovoren Emulgel

finnews.id – Tren gaya hidup aktif kini tengah menjamur di Indonesia. Semakin...

Tanaman Hias Lidah Mertua (rri)
Lifestyle

Jenis Tanaman Hias Multi Fungsi Terbaik untuk Kesehatan dan Dekorasi Rumah

finnews.id – Di tengah gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada...

The Palace Jeweler gelar Semarak Pengundian Nasional 2026! Borong perhiasan emas & berlian, menangkan motor Yamaha dan hadiah mewah lainnya di 83 gerai.
Lifestyle

Banjir Hadiah! Semarak Pengundian Nasional The Palace 2026 Dimulai, Saatnya Borong Berlian dan Bawa Pulang Motor

finnews.id – Pernahkah Anda membayangkan belanja perhiasan mewah tapi malah pulang membawa...