finnews.id – Pertanyaan tentang apakah memelihara kucing bisa membuat seseorang mandul sudah lama beredar dan sering dianggap benar tanpa diperiksa sumbernya. Kekhawatiran ini biasanya berasal dari informasi mengenai Toxoplasma gondii, sebuah parasit yang dapat ditemukan pada kotoran kucing dan lingkungan tertentu. Namun, pemahaman ilmiah menunjukkan bahwa persoalannya lebih kompleks daripada sekadar memiliki kucing.
Sebagian orang mengira bahwa setiap pemilik kucing pasti berisiko lebih tinggi terkena toksoplasmosis. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa penyebab infeksi lebih sering berasal dari makanan yang tidak matang atau lingkungan yang terkontaminasi, bukan dari kontak langsung dengan kucing yang dipelihara di rumah.
Toxoplasma gondii merupakan parasit yang dapat menginfeksi berbagai hewan dan manusia. Kucing berperan sebagai host definitif, yaitu satu-satunya makhluk yang dapat melepaskan oosit parasit melalui feses. Namun, pelepasan parasit ini hanya terjadi selama dua sampai tiga minggu setelah kucing pertama kali terinfeksi.
Kucing yang hidup di dalam rumah dan diberi pakan komersial jarang terinfeksi. Banyak pemilik kucing tidak pernah terpajan sumber parasit karena hewan peliharaan mereka tidak berburu atau mengonsumsi daging mentah.
Isu mengenai kesuburan muncul karena beberapa penelitian menghubungkan infeksi toxoplasma dengan masalah reproduksi tertentu.
Beberapa temuan penting:
Sebuah meta-analisis menunjukkan adanya hubungan antara infeksi akut Toxoplasma gondii dan risiko keguguran jika infeksi terjadi pada masa kehamilan, terutama trimester pertama.
Meski begitu, hubungan ini terkait infeksi, bukan kepemilikan kucing.
Untuk laki-laki, sebuah studi laboratorium yang dipublikasikan di FEBS Journal melaporkan bahwa paparan Toxoplasma gondii dapat menyebabkan penurunan motilitas sperma dan kerusakan struktur sel sperma, termasuk terbentuknya sel sperma tanpa kepala. Temuan ini menunjukkan kemungkinan adanya mekanisme biologis yang memengaruhi kesuburan. Namun, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan dampaknya pada populasi manusia dalam skala besar.
Jadi, infeksi toxoplasma memang dapat memengaruhi aspek tertentu dari sistem reproduksi. Namun, pemeliharaan kucing tidak otomatis menyebabkan seseorang terinfeksi.
Menurut CDC, sebagian besar kasus infeksi toxoplasma pada manusia disebabkan oleh makanan atau lingkungan, bukan oleh kucing peliharaan. Sumber utama infeksi meliputi:
Konsumsi daging mentah atau kurang matang
Sayur dan buah yang tidak dicuci
Paparan tanah atau pasir yang terkontaminasi
Risiko penularan dari kucing biasanya muncul jika:
Litter box dibersihkan tanpa sarung tangan
Tangan tidak dicuci setelah berkebun atau memegang kucing liar
Kucing dibiarkan makan daging mentah atau berburu tikus
CDC menyatakan bahwa wanita hamil tetap dapat memelihara kucing dengan mengikuti langkah pencegahan sederhana, seperti:
Menghindari membersihkan litter box atau menggunakan sarung tangan jika harus melakukannya
Memasak daging sampai matang sempurna
Mencuci tangan setelah berkebun
Menjaga kucing tetap di dalam rumah agar tidak berburu atau tertular
Jika langkah ini diterapkan, risiko infeksi dapat ditekan menjadi sangat kecil.
Memelihara kucing tidak terbukti sebagai penyebab langsung mandul atau infertilitas. Risiko kesehatan yang sering dikaitkan dengan kucing berasal dari infeksi Toxoplasma gondii, bukan dari keberadaan kucing itu sendiri. Penelitian memang menunjukkan bahwa infeksi toxoplasma dapat berdampak pada kehamilan dan potensi gangguan terhadap sel sperma, tetapi bukti yang menyatakan bahwa pemilik kucing lebih sering mengalami infertilitas masih dianggap tidak kuat.
Dengan menjaga kebersihan, mengelola makanan dengan benar, dan merawat kucing dengan baik, kepemilikan kucing tetap aman, bahkan bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Pada akhirnya, yang perlu diwaspadai adalah cara hidup yang tidak higienis, bukan memelihara kucing itu sendiri.
Centers for Disease Control and Prevention — Toxoplasmosis: Information for Cat Owners.
Fallahi, S. dkk. — Maternal–fetal and reproductive effects of Toxoplasma gondii.
Kazemi, F., dkk. — Meta-analysis: Toxoplasma gondii infection and spontaneous abortion.
Rojas-Barón L. dkk. — Adverse impact of acute Toxoplasma gondii infection on human spermatozoa. FEBS Journal (2025).
MotherToBaby / NCBI Bookshelf — Toxoplasmosis Fact Sheet.
finnews.id – Memulai bisnis kuliner menjadi pilihan strategis bagi banyak orang yang...
finnews.id – Tren gaya hidup aktif kini tengah menjamur di Indonesia. Semakin...
finnews.id – Di tengah gaya hidup modern yang membuat kita lebih sering berada...
finnews.id – Pernahkah Anda membayangkan belanja perhiasan mewah tapi malah pulang membawa...
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident