finnews.id – Perselingkuhan sering kali menjadi salah satu masalah paling menyakitkan dalam sebuah hubungan. Banyak orang bertanya-tanya mengapa seseorang yang sudah memiliki pasangan masih memilih untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Dari sudut pandang psikologi, perselingkuhan merupakan fenomena yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu penyebab.

Psikolog menilai bahwa keputusan untuk berselingkuh biasanya dipengaruhi oleh kombinasi faktor emosional, psikologis, sosial, hingga kondisi hubungan yang sedang dijalani. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu seseorang melihat persoalan secara lebih objektif, tanpa terburu-buru menyalahkan satu pihak.

Ketidakpuasan Emosional dalam Hubungan

Salah satu alasan yang paling sering ditemukan dalam penelitian psikologi adalah ketidakpuasan emosional. Seseorang mungkin merasa tidak didengar, tidak dihargai, atau tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari pasangannya.

Ketika kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi dalam jangka waktu lama, sebagian orang mulai mencari kenyamanan dari pihak lain. Hubungan yang awalnya hanya sebatas teman atau rekan kerja dapat berkembang menjadi kedekatan emosional yang lebih dalam.

Psikolog hubungan sering menekankan bahwa kebutuhan emosional merupakan bagian penting dari kesehatan sebuah hubungan. Perasaan diterima, dipahami, dan dihargai memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan pasangan.

Mencari Validasi dan Pengakuan

Sebagian orang berselingkuh karena membutuhkan validasi dari orang lain. Pujian, perhatian, atau ketertarikan dari pihak ketiga dapat memberikan dorongan terhadap rasa percaya diri mereka.

Fenomena ini terutama dapat terjadi pada individu yang memiliki harga diri rendah atau sedang mengalami krisis identitas. Ketika ada orang lain yang menunjukkan ketertarikan, mereka merasa lebih dihargai dan lebih menarik dibanding sebelumnya.

Dalam psikologi, kebutuhan akan pengakuan merupakan salah satu kebutuhan sosial yang penting. Namun, ketika kebutuhan tersebut dipenuhi melalui hubungan di luar komitmen yang telah disepakati, konflik dan pengkhianatan sering kali muncul.