Finnews.id – Lifestyle Di kawasan Jakarta, tak jarang sering ditemukan wilayah-wilayah yang memiliki nama agak unik dan menarik.
Salah satunya adalah nama Warung Buncit di kawasan Mampang Prapat.
Nama Warung Buncit berasal dari sebuah warung kelontong milik seorang pendatang keturunan Tionghoa yang akrab dipanggil Koh Bun Tjit atau Buncit. Karena memiliki fisik berperut buncit, warung dan daerah sekitarnya lama-kelamaan dikenal masyarakat sebagai Warung Buncit.
Ini merupakan versi kedua dari pembahasan mengenai Kawasan Warung Buncit di Jakarta Selatan.
Sejarah Singkat Kawasan
- Zaman Dahulu: Kawasan ini dulunya merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi tempat berbaurnya masyarakat Betawi dan Tionghoa.
- Nama Baru: Berdasarkan keputusan pemerintah daerah pada 2022, nama jalan utama di kawasan ini diganti menjadi Jalan Hj. Tutty Alawiyah (meski masyarakat masih sering menyebutnya Warung Buncit).
- Lokasi: Jalan ini merupakan akses penting yang melintasi tiga kelurahan: Duren Tiga, Pancoran, Kalibata, dan Pejaten Barat.
Kilas Balik
SETELAH mendapat penentangan dari warga Betawi, akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan sementara sosialisasi pergantian nama Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, menjadi Jalan Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution. Bahkan, Anies berencana mengubah keputusan gubernur yang mengatur soal pedoman nama jalan agar bisa lebih melibatkan pertimbangan berbagai kalangan.
Dikutip dari HistoriA pada Kamis(4/6) Penolakan warga Betawi atas perubahan nama jalan itu terkait nama Warung Buncit yang menyimpan memori kolektif warga Jakarta. Setidaknya ada tiga versi mengenai asal usul Warung Buncit.
Versi pertama dicatat sejarawan dan wartawan senior Alwi Shahab dalam bukunya, Robinhood Betawi, berdasarkan penuturan Haji Irwan Sjafi’ie, ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, yang pernah menjadi lurah selama 24 tahun di tiga kelurahan di Jakarta Selatan. Di masa lalu, Jalan Warung Buncit menjadi tempat berbaurnya masyarakat Betawi dengan Tionghoa. Mereka hidup berdampingan tanpa mempermasalahkan ras apalagi agama.