Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nominal manfaat pensiun yang selama ini dinilai masih sangat rendah, khususnya untuk golongan I dan II. Zudan dengan gamblang memberikan ilustrasi.

“Teman-teman yang golongan 1 (kalau pensiun) hanya terima Rp 2,2 juta, golongan 2 Rp 3,4 juta. Besok terimanya segini,” jelasnya sambil menunjuk pada perhitungan baru yang lebih manusiawi.

Tujuannya adalah agar ASN dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya di masa tua. Mulai dari melunasi cicilan rumah, menikahkan anak, hingga memiliki jaminan kesehatan yang memadai.

Dengan kata lain, skema single salary tidak sekadar menyederhanakan pembayaran. Tetapi menjadi solusi fundamental dan memastikan hari tua ASN berjalan dengan layak dan bermartabat.