“Ini bukan sekadar soal tanah, tapi juga tentang batas antara kekuasaan dan hukum,” pungkas Hasman Usman.
Adipati Karna: Saya Berada di Luar Area Eksekusi
Staf Khusus KSAD, Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaja, mengklarifikasi kehadirannya di lokasi eksekusi. Dia menegaskan tidak terlibat dalam proses eksekusi tanah itu.
Menurut Adipati Karna kehadirannya untuk memastikan tidak ada keterlibatan unsur TNI dari satuan kewilayahan. Seperti Kodim maupun Koramil dalam pelaksanaan eksekusi tersebut.
Ia juga menegaskan posisinya berada di luar area eksekusi dan tidak ikut serta dalam kegiatan pembacaan putusan di dalam lokasi.
Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, melalui media sosial menuding adanya keterlibatan aparat keamanan dalam eksekusi lahan yang ia sebut sebagai “eksekusi abal-abal”.
Dalam unggahannya, Said menyebut eksekusi didukung oleh perwira tinggi bintang dua dari Mabes AD, Marinir, dan Mabes Polri.
Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak GMTD (Lippo Group) dalam kasus sengketa tersebut, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung dalam memberantas apa yang ia sebut sebagai mafia tanah.
Kasus sengketa lahan di Tanjung Bunga turut menyeret mantan Warpres Jusuf Kalla (JK), dan melibatkan sejumlah pihak yang punya pengaruh di tingkat daerah maupun nasional.