Selain faktor domestik, pemulihan sektor ekspor elektronik dan otomotif, serta stabilitas politik pasca Pemilu 2024, turut memberi efek positif bagi sentimen pasar.
Hal ini berbanding terbalik dengan Indonesia yang masih menghadapi tantangan defisit transaksi berjalan dan ketergantungan impor energi.
Pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). The Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi (high for longer).
Hal ini membuat investor global lebih memilih menaruh dana di aset berdenominasi dolar, dibandingkan di pasar berkembang seperti Indonesia.
Akibatnya, aliran modal keluar (capital outflow) terjadi dari pasar obligasi dan saham domestik. Sehingga memperlemah posisi rupiah di berbagai pasangan mata uang. Termasuk terhadap ringgit.
Kondisi ini semakin diperburuk oleh naiknya harga minyak mentah dunia, yang menambah beban impor energi Indonesia dan memperlebar defisit neraca perdagangan.
Selama tekanan dari The Fed belum mereda dan harga minyak masih tinggi, rupiah sulit menguat stabil.
Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat
Meski melemah terhadap ringgit, banyak analis menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid.
Pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 4,8–5%, inflasi terkendali di bawah 3%, dan cadangan devisa tetap kuat di atas US$130 miliar.
Namun, investor global menilai perbedaan laju pertumbuhan dan produktivitas antara Indonesia dan Malaysia menjadi faktor utama yang membuat ringgit lebih menarik.
Selain itu, Malaysia berhasil menarik investasi asing langsung (FDI) lebih besar di sektor manufaktur dan teknologi hijau, sedangkan Indonesia masih didominasi sektor komoditas.
Pelemahan rupiah terhadap ringgit bukan sekadar angka di layar. Dampaknya terasa langsung di lapangan. Terutama bagi sektor pariwisata, ekspor-impor, dan pekerja migran.
- Wisatawan Indonesia ke Malaysia kini harus merogoh kocek lebih dalam karena nilai tukar yang tinggi.
- Importir bahan baku dari Malaysia menghadapi peningkatan biaya produksi.
- Sebaliknya, pekerja migran Indonesia (TKI) di Malaysia diuntungkan karena pengiriman uang ke tanah air kini bernilai lebih besar dalam rupiah.
- 1 ringgit berapa rupiah
- 1 Ringgit Malaysia setara Rp 4.011
- 1 Ringgit Malaysia= Rp 4.011
- analisis nilai tukar rupiah vs ringgit
- cara mengatasi Rupiah melemah
- dampak Rupiah melemah terhadap ekonomi Indonesia
- ekonomi Indonesia
- ekonomi Malaysia 2025
- faktor penyebab Rupiah melemah
- investasi di Malaysia
- kenapa ringgit Malaysia menguat 2025
- kenapa Rupiah melemah terhadap Ringgit Malaysia
- kurs 1 ringgit Malaysia ke rupiah hari ini
- kurs rupiah terhadap ringgit Malaysia
- Nilai Tukar
- nilai tukar rupiah hari ini
- nilai tukar Rupiah terhadap Ringgit Malaysia
- Pelemahan Rupiah
- penyebab rupiah melemah terhadap ringgit
- prediksi kurs ringgit Malaysia terhadap rupiah
- prediksi nilai tukar Rupiah
- Ringgit Malaysia
- Rupiah
- RUPIAH BABAK BELUR
- RUPIAH BABAK BELUR DIHAJAR RINGGIT
- Rupiah vs ringgit