Prabowo dalam pernyataannya juga menekankan bahwa BRICS dapat berfungsi sebagai wadah alternatif yang lebih inklusif dibanding blok ekonomi mapan. Hal ini membuka ruang bagi Indonesia untuk menegosiasikan kerja sama perdagangan, investasi, maupun akses pasar yang lebih adil.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di BRICS Leaders Virtual Meeting menyoroti masalah fundamental dalam tata kelola global: praktik standar ganda dalam hukum internasional dan penggunaan ekonomi sebagai senjata politik. Dengan mendukung penuh peran BRICS, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong sistem internasional yang lebih setara, terbuka, dan berkeadilan. (Anisha Aprilia)