Prabowo menambahkan, keberlanjutan BRICS sebagai kekuatan global akan sangat bergantung pada keterbukaan, koordinasi, serta kerja sama yang konsisten antaranggota. Menurutnya, ketiga hal itu menjadi kunci agar BRICS tidak hanya bertahan, tetapi juga berperan lebih besar dalam menjaga keseimbangan dunia.
Dukungan Indonesia terhadap Kepemimpinan Brasil
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif dan kepemimpinan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, yang tahun ini menjabat sebagai Ketua BRICS. Ia menilai Brasil berhasil mengarahkan forum ini ke isu-isu strategis yang relevan dengan kebutuhan global.
“Kami mendukung inisiatif-inisiatif yang diambil, kami menghormati kepemimpinan Presiden Lula, dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih dekat dengan semua negara BRICS,” jelas Prabowo.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan orientasi politik luar negeri Indonesia yang tetap bebas aktif, tetapi terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai blok internasional yang dinilai mampu memperkuat posisi global negara berkembang.
Peserta Pertemuan Virtual BRICS
BRICS Leaders Virtual Meeting tahun ini dihadiri sejumlah tokoh penting dunia. Dari Tiongkok, hadir Presiden Xi Jinping. Rusia diwakili langsung oleh Presiden Vladimir Putin. Selain itu, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa turut serta dalam forum tersebut.
Sementara itu, India diwakili Menteri Urusan Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar yang hadir menggantikan Perdana Menteri Narendra Modi. Pertemuan juga dipimpin oleh Presiden Brasil Lula da Silva selaku Ketua BRICS tahun 2025.
Makna Strategis bagi Indonesia
Bagi Indonesia, forum BRICS menawarkan peluang penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional. Dengan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, keterlibatan aktif Indonesia di forum semacam ini bisa menjadi jalan untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.