Home Market Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil
Market

Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil

Bagikan
Harga CPO bergerak datar dan terancam turun mingguan kedua usai konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Meski sempat menguat tipis di awal sesi, pasar masih dibayangi tekanan yang membuat CPO berpotensi mencatat pelemahan mingguan kedua berturut-turut.

Pelaku pasar kini fokus memantau perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia sekaligus memengaruhi arah perdagangan minyak nabati global.

Berdasarkan perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak acuan CPO pengiriman Juli naik 6 ringgit atau 0,13% menjadi 4.547 ringgit per ton pada awal perdagangan.

Meski demikian, penguatan tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan mingguan. Sepanjang pekan ini, kontrak CPO tercatat masih turun 1,03% dan berada di jalur penurunan mingguan kedua secara beruntun.

Harga CPO Terjepit Pergerakan Minyak Nabati Global

Pergerakan harga CPO saat ini dipengaruhi kombinasi berbagai sentimen global. Di satu sisi, harga minyak mentah dunia naik tajam akibat konflik Timur Tengah. Namun di sisi lain, pelemahan harga minyak nabati pesaing dari China ikut membatasi ruang penguatan minyak sawit.

Di pasar Dalian, China, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,95%. Sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama juga melemah 0,5%.

Berbeda dengan pasar Asia, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) justru naik 0,71%.

Perbedaan arah pergerakan tersebut membuat pasar CPO bergerak hati-hati. Sebab, minyak sawit bersaing langsung dengan minyak kedelai dan berbagai minyak nabati lain di pasar global.

Ketika harga minyak nabati pesaing turun, permintaan terhadap CPO biasanya ikut terpengaruh karena pembeli memiliki lebih banyak alternatif dengan harga lebih murah.

Konflik AS-Iran Angkat Harga Minyak Dunia

Sentimen paling dominan di pasar saat ini datang dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan terbaru memicu lonjakan harga minyak mentah lebih dari 1%.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
IHSG sempat naik ke 7.182 sebelum berbalik melemah. Asing tercatat net sell Rp360,3 miliar di awal perdagangan.
Market

IHSG Sempat Terbang ke 7.182 Lalu Berbalik Merah, Asing Lepas Rp360 Miliar!

finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi...

Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Market

Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG

finnews.id – Pasar keuangan global kembali bergejolak pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Konflik...

Market

Amazon Prime Video Kucurkan Rp1,6 Triliun untuk Produksi Konten Berbahasa Prancis Tahun Ini

finnews.id – Kabar menarik datang dari industri hiburan digital Eropa. Amazon Prime...

Market

Prediksi Lanxess: Harga Minyak Dunia Bakal Betah di Kisaran $100-$110 Per Barel!

finnews.id – Perusahaan raksasa kimia asal Jerman, Lanxess, memprediksi harga minyak dunia...