Home Market Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil
Market

Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil

Bagikan
Harga CPO bergerak datar dan terancam turun mingguan kedua usai konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.
Ilustrasi
Bagikan

Pasar khawatir situasi tersebut dapat mengganggu stabilitas distribusi energi global, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia.

Kekhawatiran terhadap kelangsungan gencatan senjata antara AS dan Iran juga membuat harapan pembukaan penuh jalur distribusi energi di Selat Hormuz mulai memudar.

Kondisi itu berdampak langsung pada pasar biodiesel. Saat harga minyak mentah naik, CPO menjadi lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel karena memiliki nilai ekonomis yang kompetitif.

Faktor inilah yang membantu menahan tekanan lebih dalam terhadap harga minyak sawit Malaysia.

Ringgit Melemah, Harga CPO Jadi Lebih Kompetitif

Dari sisi mata uang, pelemahan ringgit Malaysia turut memberikan dukungan terhadap pasar CPO.

Ringgit tercatat melemah 0,18% terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat harga minyak sawit Malaysia menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Pelemahan mata uang biasanya membantu meningkatkan daya tarik ekspor karena harga produk menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

Meski begitu, pasar masih menunggu sinyal baru terkait permintaan global dan perkembangan ekonomi dunia sebelum kembali mendorong harga naik lebih tinggi.

Ekspor Kedelai Brasil Pecah Rekor

Tekanan tambahan terhadap pasar minyak nabati juga datang dari Brasil. Pemerintah Brasil melaporkan ekspor kedelai negara tersebut mencapai rekor bulanan baru pada April 2026.

Total ekspor kedelai Brasil tercatat mencapai 16,75 juta ton atau naik 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan pasokan kedelai global berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar minyak nabati karena kedelai menjadi salah satu bahan utama produksi minyak nabati pesaing CPO.

Jika pasokan kedelai terus meningkat, tekanan terhadap harga minyak sawit global bisa bertambah besar dalam beberapa waktu ke depan.

Analis Prediksi CPO Berpotensi Rebound

Di tengah tekanan pasar, analis teknikal Reuters Wang Tao melihat peluang rebound pada harga CPO.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
IHSG sempat naik ke 7.182 sebelum berbalik melemah. Asing tercatat net sell Rp360,3 miliar di awal perdagangan.
Market

IHSG Sempat Terbang ke 7.182 Lalu Berbalik Merah, Asing Lepas Rp360 Miliar!

Selain infrastruktur, hanya dua sektor lain yang berhasil bertahan di zona hijau,...

Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Market

Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG

Kenaikan tersebut didorong kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan bahan baku sulfur dari...

Market

Amazon Prime Video Kucurkan Rp1,6 Triliun untuk Produksi Konten Berbahasa Prancis Tahun Ini

finnews.id – Kabar menarik datang dari industri hiburan digital Eropa. Amazon Prime...

Market

Prediksi Lanxess: Harga Minyak Dunia Bakal Betah di Kisaran $100-$110 Per Barel!

finnews.id – Perusahaan raksasa kimia asal Jerman, Lanxess, memprediksi harga minyak dunia...