Home Market IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar
Market

IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar

Bagikan
IHSG naik ke 7.057 dengan transaksi Rp23,6 triliun. BRPT dan TPIA melonjak, meski asing masih catat net sell Rp518 miliar.
Ilustrasi - IHSG
Bagikan

finnews.id – Pergerakan pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan ke level 7.057 atau naik 85,15 poin setara 1,22 persen.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.069 dan terendah di 6.921. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar meski tekanan dari investor asing masih terasa.

Nilai Transaksi Tembus Rp23,6 Triliun

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp23,6 triliun. Rinciannya, pasar reguler mencatat Rp15,8 triliun, sementara negosiasi menyumbang Rp7,8 triliun.

Likuiditas yang tinggi ini menunjukkan minat investor domestik tetap kuat dalam menopang pergerakan pasar, terutama saat arus dana asing belum sepenuhnya kembali.

Saham Energi dan Petrokimia Pimpin Kenaikan

Sejumlah saham unggulan di indeks KOMPAS100 mencatat lonjakan tajam. BRPT memimpin daftar top gainer dengan kenaikan 24,66 persen, diikuti TPIA yang melesat 19,70 persen.

Selain itu, PTRO naik 16,26 persen, CUAN menguat 12,07 persen, dan SSIA bertambah 8,41 persen. Kinerja ini menandakan sektor tertentu masih menjadi incaran pelaku pasar dalam jangka pendek.

Tekanan Juga Muncul di Sejumlah Saham

Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi cukup dalam. INCO mencatat penurunan terbesar sebesar 13,09 persen, disusul MBMA yang turun 8,89 persen.

Saham lain seperti MAPI melemah 6,18 persen, FILM turun 6,10 persen, dan INKP terkoreksi 4,36 persen. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak selektif dengan volatilitas yang tinggi.

Asing Masih Catat Net Sell

Investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp518 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, beberapa saham tetap menarik minat beli asing.

BBRI menjadi saham paling banyak diborong dengan nilai Rp231 miliar, diikuti BRPT Rp138,1 miliar. SOSS, BUVA, dan KOTA juga masuk daftar akumulasi asing.

Sebaliknya, aksi jual terbesar asing terjadi pada BMRI senilai Rp342,2 miliar. EMAS, BBCA, ANTM, dan INCO juga mengalami tekanan jual yang cukup besar.

Sentimen Campuran, IHSG Tetap Menguat

Kombinasi antara aksi beli domestik dan pergerakan sektor unggulan berhasil mendorong IHSG tetap berada di zona hijau. Meski investor asing masih melakukan net sell, pasar domestik mampu menjaga momentum penguatan.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Grab Singapura Cetak Pendapatan US$955 Juta di Kuartal I, Lampaui Ekspektasi Wall Street! 

finnews.id – Grab Singapura baru saja mengukir prestasi gemilang dengan mencatatkan pendapatan...

Market

CIMB Niaga Gandeng 27 Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Talenta Muda

finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan...

Laba CIMB Niaga Q1 2026 turun tipis jadi Rp1,77 triliun, meski margin tetap kuat di tengah tekanan pendapatan.
Market

Laba CIMB Niaga Q1 2026 Turun Tipis Jadi Rp1,77 Triliun, Margin Masih Tebal!

finnews.id – Kinerja PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada kuartal pertama...

Market

LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG, Uji Coba Tabung Mini Ditarget Rampung 3 Bulan

finnews.id – Pemerintah tengah mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif...