finnews.id – Pergerakan pasar saham Indonesia menunjukkan sinyal positif pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan ke level 7.057 atau naik 85,15 poin setara 1,22 persen.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.069 dan terendah di 6.921. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar meski tekanan dari investor asing masih terasa.
Nilai Transaksi Tembus Rp23,6 Triliun
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp23,6 triliun. Rinciannya, pasar reguler mencatat Rp15,8 triliun, sementara negosiasi menyumbang Rp7,8 triliun.
Likuiditas yang tinggi ini menunjukkan minat investor domestik tetap kuat dalam menopang pergerakan pasar, terutama saat arus dana asing belum sepenuhnya kembali.
Saham Energi dan Petrokimia Pimpin Kenaikan
Sejumlah saham unggulan di indeks KOMPAS100 mencatat lonjakan tajam. BRPT memimpin daftar top gainer dengan kenaikan 24,66 persen, diikuti TPIA yang melesat 19,70 persen.
Selain itu, PTRO naik 16,26 persen, CUAN menguat 12,07 persen, dan SSIA bertambah 8,41 persen. Kinerja ini menandakan sektor tertentu masih menjadi incaran pelaku pasar dalam jangka pendek.
Tekanan Juga Muncul di Sejumlah Saham
Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi cukup dalam. INCO mencatat penurunan terbesar sebesar 13,09 persen, disusul MBMA yang turun 8,89 persen.
Saham lain seperti MAPI melemah 6,18 persen, FILM turun 6,10 persen, dan INKP terkoreksi 4,36 persen. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak selektif dengan volatilitas yang tinggi.
Asing Masih Catat Net Sell
Investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp518 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, beberapa saham tetap menarik minat beli asing.
BBRI menjadi saham paling banyak diborong dengan nilai Rp231 miliar, diikuti BRPT Rp138,1 miliar. SOSS, BUVA, dan KOTA juga masuk daftar akumulasi asing.
Sebaliknya, aksi jual terbesar asing terjadi pada BMRI senilai Rp342,2 miliar. EMAS, BBCA, ANTM, dan INCO juga mengalami tekanan jual yang cukup besar.
Sentimen Campuran, IHSG Tetap Menguat
Kombinasi antara aksi beli domestik dan pergerakan sektor unggulan berhasil mendorong IHSG tetap berada di zona hijau. Meski investor asing masih melakukan net sell, pasar domestik mampu menjaga momentum penguatan.
- analisis net sell asing di pasar saham Indonesia
- daftar saham paling banyak dibeli asing 2026
- Headline
- IHSG hari ini
- Investasi Saham
- KOMPAS100
- Net Sell Asing
- nilai transaksi IHSG terbaru hari ini
- pasar saham Indonesia
- pergerakan IHSG 5 Mei 2026 terbaru
- saham Indonesia 2026
- saham top gainer dan loser KOMPAS100 hari ini
- Top Gainer Saham
- top loser saham