finnews.id – Kasus pembobolan rekening bernilai miliaran rupiah di Bank CIMB Niaga memasuki babak krusial. Polda Kepulauan Riau (Kepri) menjadwalkan pemeriksaan terhadap perwakilan bank pada Selasa (28/4) untuk menguak misteri transaksi mencurigakan yang meresahkan dunia perbankan.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Arif Mahari, memastikan pihak bank telah mengonfirmasi kehadiran dalam pemeriksaan tersebut.
“Pihak bank sudah konfirmasi hadir, tinggal menunggu kepastian waktu pemeriksaan,” ujarnya.
Polisi Bidik Dugaan Celah Sistem
Pemeriksaan ini menjadi kunci untuk membongkar bagaimana aksi pembobolan bisa terjadi. Penyidik ingin menelusuri sistem keamanan serta alur transaksi internal perbankan yang diduga memiliki celah.
Selama ini, penyelidikan masih bertumpu pada keterangan korban dan pihak cabang di Batam, yang dinilai belum mampu mengungkap kronologi secara menyeluruh.
Dalam tahap awal, dua orang perwakilan bank dijadwalkan hadir untuk dimintai keterangan.
Pola Serupa, Diduga Aksi Terstruktur
Penyidik saat ini menangani tiga laporan berbeda yang melibatkan lima perusahaan, dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Yang mencurigakan, sejumlah kasus memiliki pola transaksi yang hampir identik.
Kasus pertama menimpa PT XSS dengan kerugian Rp1,86 miliar pada Desember 2025. Tak lama berselang, tiga perusahaan lain kehilangan sekitar Rp750 juta dalam satu akun layanan dengan pola serupa.
Kerugian terbesar dialami PT GMBR yang mencapai Rp3,4 miliar pada Februari 2026.
Kesamaan pola ini memunculkan dugaan adanya metode kejahatan terorganisir atau kelemahan sistem yang dimanfaatkan pelaku.
Korban: Sudah Lapor, Dana Tetap Raib
Direktur PT XSS, Heru, mengungkapkan pihaknya sebenarnya telah melaporkan indikasi transaksi mencurigakan sebelum kejadian.
“Saya sudah lapor sekitar 20 menit sebelum kejadian, tapi tetap terjadi pembobolan,” ujarnya.
Ia menilai sistem deteksi transaksi bank belum cukup responsif, terutama untuk transaksi besar yang seharusnya memicu pengamanan tambahan.
Forensik Digital Dikerahkan
Untuk mengungkap kasus ini, penyidik kini mengandalkan analisis digital forensik guna melacak aliran dana dan mengidentifikasi pelaku.