Home Market Reli Chip Meledak! Bursa Asia Cetak Rekor, AI Jadi Bahan Bakar Baru, Tapi Rupiah Masih Tertekan
Market

Reli Chip Meledak! Bursa Asia Cetak Rekor, AI Jadi Bahan Bakar Baru, Tapi Rupiah Masih Tertekan

Bagikan
Reli saham chip dan optimisme AI dorong Bursa Asia cetak rekor baru, tapi rupiah masih loyo di tengah derasnya arus risk-on pasar global.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Reli saham Asia memasuki babak baru pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Sentimen positif dari booming kecerdasan buatan atau AI memicu lonjakan besar di pasar emerging market Asia, terutama di sektor chip yang memimpin penguatan. Bursa Taiwan dan Korea Selatan bahkan menembus rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, menandai optimisme investor yang makin agresif.

Pergerakan ini langsung menyedot perhatian pasar global. Investor memburu aset berisiko setelah serangkaian laporan laba perusahaan teknologi Amerika Serikat memperkuat keyakinan bahwa tren AI belum mencapai puncak. Di tengah kekhawatiran inflasi dan tensi geopolitik AS-Iran, pasar justru memilih fokus pada peluang pertumbuhan.

Saham Chip Jadi Penggerak Utama Reli Asia

Sektor semikonduktor kembali menjadi bintang. Indeks Taiex Taiwan melonjak 1,8% dan menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini mendorong performa bulanan Taiex melesat 24,9% sepanjang April, sekaligus menjadi yang terbaik sejak akhir 2001.

Momentum itu tidak lepas dari dorongan emiten teknologi besar, termasuk TSMC yang menjadi salah satu perusahaan Asia berkapitalisasi jumbo dan ikut diuntungkan ledakan permintaan chip untuk ekosistem AI.

Di Korea Selatan, euforia bahkan lebih panas. Indeks KOSPI melesat 2,2% ke rekor baru. Dalam sebulan, indeks ini melonjak lebih dari 30%, performa terbaik sejak Januari 1998.

Saham produsen chip SK Hynix memimpin penguatan dengan lonjakan 7,8% dan sempat mencetak rekor intraday. Sementara Samsung Electronics ikut naik 2,3%.

Lonjakan ini muncul setelah Intel memproyeksikan pendapatan kuartal kedua melampaui ekspektasi Wall Street. Proyeksi tersebut mempertebal keyakinan bahwa siklus pertumbuhan AI masih panjang.

“Berita baik bagi Asia adalah pengembangan AI global masih sangat kuat dan bahkan tampak semakin cepat, dengan Intel melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan,” ujar analis MUFG Michael Wan, dikutip Reuters.

MSCI EM Asia Menuju Performa Terbaik Sejak 1999

Reli sektor teknologi membawa dampak luas ke pasar kawasan. Indeks MSCI Emerging Market Asia terdorong ke rekor tertinggi pada awal sesi dan diperkirakan menutup April dengan kenaikan 19,7%.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, CIMB Niaga Perkuat Ketahanan Lewat Stress Test

finnews.id – Industri perbankan nasional masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan domestik....

PGAS catat laba kuartal I 2026 naik 46%, target harga saham dinaikkan ke Rp2.100 dan rekomendasi buy menguat di tengah spread gas tinggi.
Market

PGAS Bikin Kejutan! Laba Melonjak 46 Persen, Target Harga Naik ke Rp2.100, Sinyal Buy Menguat

finnews.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali mencuri perhatian...

Market

Rp2.500 Triliun Masih Menganggur! BI Bongkar Peluang Besar Kredit untuk Sektor Usaha

finnews.id – Bank Indonesia mengungkap potensi besar pembiayaan yang masih belum dimanfaatkan...

Ringkasan perdagangan 27 April 2026: IHSG melemah, asing net sell Rp2 triliun, namun sejumlah saham pilihan justru melesat tajam.
Market

Ringkasan Perdagangan 27 April 2026: IHSG Terkoreksi, Asing Lepas Rp2 Triliun Saat Saham Pilihan Masih Berpesta

finnews.id – Ringkasan perdagangan 27 April 2026 menghadirkan cerita yang kontras di...