finnews.id – Tekanan besar yang menghantam pasar saham Indonesia pekan lalu memicu kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 6,61 persen ke level 7.129, sementara arus modal asing terus keluar dan rupiah menyentuh rekor terlemah Rp17.315 per dolar AS.
Namun di tengah sentimen risk-off global dan aksi jual masif, muncul satu sinyal yang mulai dilirik pasar: IHSG dinilai sudah masuk area oversold. Kondisi ini membuka peluang technical rebound jangka pendek, meski volatilitas disebut masih tinggi.
IHSG Ditekan Geopolitik, Rupiah Terpukul
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai tekanan pasar dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, serta capital outflow yang menekan aset berisiko.
Menurutnya, pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026 juga memperbesar tekanan. Investor asing tercatat membukukan net sell Rp42,8 triliun secara year-to-date, sementara kapitalisasi pasar BEI susut 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun.
Tekanan paling besar datang dari saham kapitalisasi jumbo seperti BREN, BBCA, DSSA, BRPT dan FILM yang menjadi pemberat utama indeks.
“Selama stabilitas geopolitik global belum membaik, investor disarankan tetap konservatif,” ujar Brigita.
Oversold, Tapi Risiko Belum Hilang
Secara teknikal, IHSG dinilai mulai menarik perhatian karena berhasil menutup gap pada area 7.308-7.346 dan kini berada di area jenuh jual. Ini membuka ruang rebound, meski arahnya dinilai terbatas karena tren utama masih bearish.
Level 7.100-7.150 kini menjadi support krusial. Jika gagal bertahan, IHSG berpotensi turun menuju area 7.022-7.080 bahkan menguji support psikologis 6.917.
Di sisi lain, pasar juga mencermati dampak harga BBM non subsidi, suku bunga BI yang tetap di 4,75 persen, hingga risiko imported inflation akibat pelemahan rupiah.
IPOT Rekomendasikan 4 Peluang Trading
1. DKFT
DKFT dinilai masih bergerak dalam tren naik di atas EMA5 hingga EMA50. Saham ini juga mencatat foreign inflow Rp4,8 miliar dalam sepekan.
- analisis ihsg support 7100 april 2026
- Bursa Efek Indonesia
- etf defensif saat foreign outflow tinggi
- ETF XIIC
- foreign outflow
- IHSG oversold
- rekomendasi saham IPOT
- rekomendasi saham saat ihsg oversold april 2026
- rupiah melemah
- saham DKFT
- saham energi menarik saat ihsg turun
- saham ERAA
- saham ESSA
- saham potensial rebound menurut ipot
- strategi trading saat pasar bearish indonesia
- trading saham 2026