Tekanan IHSG dan Rupiah Memanas, Ashmore Sebut Skenario Terburuk Kemungkinan Sudah Lewat
finnews.id – Pasar saham Indonesia menutup pekan keempat April dengan tekanan tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (24/4/2026) jatuh 3,38% ke level 7.129, terkoreksi lebih dari 500 poin dibanding pekan sebelumnya. Di tengah tekanan itu, investor asing juga mencatat arus keluar ekuitas sebesar US$55 juta.
Namun di tengah koreksi yang memicu kekhawatiran pasar, PT Ashmore Asset Management Indonesia justru membawa pandangan yang lebih menenangkan. Manajer investasi tersebut menilai skenario terburuk untuk pasar domestik kemungkinan sudah terlewati, termasuk kekhawatiran perubahan status pasar Indonesia menjadi frontier market.
Ashmore menegaskan tidak ada indikasi Indonesia turun kelas menjadi frontier. Bahkan, pengakuan atas reformasi pasar modal dinilai menjadi katalis positif yang berpotensi memperbaiki sentimen investor global.
Sektor Energi dan Properti Jadi Korban Terbesar
Dalam sepekan terakhir, tekanan paling dalam menghantam saham sektor energi dan properti. Sektor energi terkoreksi 8,15%, sementara properti dan real estat ambles 6,30%.
Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik justru mencuri perhatian sebagai sektor dengan kinerja terbaik setelah melonjak 4,61%.
Dari sisi aset, minyak mentah dan batu bara menjadi pemenang pekan ini. Harga minyak melesat 18,58%, sedangkan batu bara naik 6,75%. Sebaliknya, indeks saham unggulan justru terpukul, dengan LQ45 turun 8,97% dan IHSG melemah 6,61% secara mingguan.
Kondisi itu mencerminkan rotasi besar investor ke aset berbasis komoditas dan sektor defensif di tengah naiknya risiko geopolitik global.
Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
Ashmore menilai perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang memberi ruang negosiasi, tetapi belum cukup meredakan premi risiko pasar.
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi perhatian, sementara harga minyak Brent melampaui US$105 per barel. Situasi ini mendorong dolar AS menguat dengan indeks DXY mendekati 99 dan membuat investor cenderung mengurangi eksposur di aset berisiko.
- analisis Ashmore soal risiko Indonesia jadi frontier market
- Ashmore Asset Management
- Bank Indonesia
- dampak pelemahan rupiah terhadap pasar saham Indonesia
- frontier market
- Headline
- IHSG
- investor asing
- konflik Timur Tengah
- konflik Timur Tengah pengaruh ke pasar saham Indonesia
- msci
- outlook IHSG menurut Ashmore Asset Management
- pasar modal Indonesia
- peluang rebound IHSG setelah tekanan asing
- penyebab IHSG anjlok April 2026
- reformasi pasar modal Indonesia dan evaluasi MSCI
- Rupiah
- Saham Indonesia