finnews.id – PT Pertamina (Persero) kembali memperbarui daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU Indonesia per Rabu, 22 April 2026. Penyesuaian ini menyusul tren harga minyak mentah dunia yang terus bergejolak dan dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian fluktuatif.
Kebijakan penyesuaian harga ini tidak lepas dari situasi geopolitik global yang kian memanas. Konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, memicu kekhawatiran pasar akan kelangkaan pasokan energi global. Kondisi tersebut memaksa pemerintah melalui Pertamina mengambil langkah strategis untuk menyesuaikan harga jual eceran di tingkat nasional.
Memasuki pertengahan April 2026, Pertamina secara resmi menaikkan harga tiga jenis BBM non-subsidi, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex (Pertadex), dan Dexlite. Kenaikan harga kali ini tergolong cukup drastis jika kita membandingkannya dengan periode sebelumnya.
Di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, Pertamax Turbo kini menyentuh harga Rp19.400 per liter, atau naik sebesar Rp6.300 dari harga sebelumnya Rp13.100. Namun, lonjakan paling tajam justru terjadi pada lini bahan bakar diesel. Harga Pertamina Dex melesat naik Rp9.400 menjadi Rp23.900 per liter dari harga awal Rp14.500. Begitu pula dengan Dexlite yang mengalami kenaikan serupa sebesar Rp9.400, sehingga kini bertengger di angka Rp23.600 per liter.
Meski demikian, Pertamina masih mempertahankan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Kedua jenis BBM ini tidak mengalami perubahan harga pada periode April, setelah sebelumnya sempat naik pada Februari 2026 lalu.
Nasib BBM Subsidi: Pertalite dan Solar
Berbeda dengan jenis non-subsidi yang mengikuti mekanisme pasar, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tetap stabil. Sejak penyesuaian terakhir pada 2022, harga Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia. Demikian pula dengan Solar (Biosolar) yang tetap dibanderol Rp6.800 per liter. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi energi global.
Penting bagi konsumen untuk mengetahui bahwa harga BBM non-subsidi dapat bervariasi di setiap provinsi karena adanya pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.
Update Daftar Harga BBM Pertamina per 22 April 2026
Berikut adalah rincian harga BBM di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan data terbaru dari mypertamina.id:
Pulau Jawa (DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim)
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, Lampung)
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Wilayah dengan PBBKB Tinggi (Riau, Sumbar, Kepulauan Riau, Kaltara)
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ Sabang & Batam)
Sabang: Pertamax Rp11.550, Dexlite Rp22.150
Batam: Pertamax Rp11.750, Pertamax Turbo Rp18.450, Pertamina Dex Rp22.700, Dexlite Rp22.450
Wilayah Kalimantan & Sulawesi
Pertamax: Rp12.600 – Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp19.850 – Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.450 – Rp24.950
Dexlite: Rp24.150 – Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Wilayah Maluku & Papua
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp24.250 (Hanya di Papua Barat & Papua Barat Daya)
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamina mengimbau masyarakat untuk mengecek harga secara berkala melalui aplikasi MyPertamina guna mendapatkan informasi paling akurat sesuai lokasi SPBU terdekat. Konflik geopolitik dunia yang belum mereda diprediksi akan terus membayangi kebijakan harga energi di dalam negeri pada bulan-bulan mendatang.