Home Emas Harga Emas Berpotensi Turun Pekan Ini, Tapi Berpeluang Tembus Rp3,5 Juta per Gram
Emas

Harga Emas Berpotensi Turun Pekan Ini, Tapi Berpeluang Tembus Rp3,5 Juta per Gram

Bagikan
Harga Emas Antam
Bagikan

finnews.id – Harga emas dunia pada penutupan akhir pekan, Sabtu (18/4/2026), berada di level 4.834. Sementara itu, harga emas batangan di pasar domestik tercatat sekitar Rp2.868.000 per gram.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan harga emas dalam sepekan ke depan masih berpotensi mengalami koreksi. Jika tekanan jual meningkat, level support pertama emas dunia diperkirakan berada di 4.703.

Dalam skenario ini, harga emas dalam negeri bisa turun ke kisaran Rp2.838.000 per gram, atau melemah sekitar Rp30.000 per gram.
Jika tekanan berlanjut lebih dalam, support berikutnya berada di level 4.441. Pada titik tersebut, harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp2.785.000 per gram.

“Apabila pelemahan emas dunia terus berlanjut, maka harga emas domestik berpeluang turun menembus level Rp2.800.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026).

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Pergerakan harga emas saat ini tidak lepas dari berbagai faktor global, mulai dari kondisi geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, hingga meningkatnya tensi perang dagang.

1. Geopolitik Global Memanas

Dua kawasan utama yang menjadi perhatian pasar adalah Eropa Timur dan Timur Tengah.
Di Eropa Timur, konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah serangan drone Ukraina ke kilang minyak Rusia memicu kebakaran besar.

Situasi ini semakin memicu ketegangan, terutama setelah Rusia mengecam dukungan militer negara-negara NATO terhadap Ukraina.

2. Perkembangan Positif di Timur Tengah

Berbeda dengan Eropa, Timur Tengah justru menunjukkan sinyal positif. Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, yang turut meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Kesepakatan ini juga berdampak pada hubungan Amerika Serikat dan Iran. Iran bahkan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz sebagai bentuk penghormatan terhadap kesepakatan tersebut.

Prospek Harga Emas ke Depan

Meski saat ini berpotensi terkoreksi, prospek jangka menengah hingga panjang harga emas masih dinilai positif.

Jika konflik global tetap berlangsung namun jalur perdagangan vital seperti Selat Hormuz tidak kembali ditutup, harga emas diperkirakan bisa kembali menguat.

Ibrahim pun optimistis harga emas masih berpeluang mencapai level Rp3.500.000 per gram.

Dalam jangka pendek, harga emas berisiko mengalami penurunan. Namun, ketidakpastian global masih menjadi faktor pendorong utama yang dapat membawa harga emas naik lebih tinggi dalam jangka panjang.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Harga emas hari ini ambruk lebih dari 1% akibat penguatan dolar AS dan krisis Iran-AS.
Emas

Harga Emas Ambruk 1 Persen! Krisis Iran-AS Malah Bikin Dolar Perkasa

finnews.id – Pasar keuangan global mendadak guncang pada perdagangan Senin pagi. Harga...

Emas

Harga Emas Antam di Pegadaian Stagnan pada 20 April 2026, Cek Rinciannya!

finnews.id – PT Pegadaian menahan harga jual logam mulia produksi PT Aneka...

Emas

Harga Emas Pegadaian 19 April 2026 Meroket, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram

finnews.id – Pegadaian kembali mencatatkan kenaikan harga emas pada akhir pekan ini....

Emas

Harga Emas Antam Hari Ini 19 April 2026: Stabil Tembus Rp2,8 Juta per Gram

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau...