finnews.id – Penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dalam beberapa bulan terakhir, tren kunjungan turis asing mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan sepanjang Januari hingga Maret 2025, jumlah wisatawan asing yang datang turun.
“Periode Januari hingga Maret 2025 wisatawan mancanegara turun 30,33 persen dibanding tahun lalu di periode yang sama,” ungkap Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati.
Penurunan ini mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi sektor pariwisata, khususnya di wilayah tersebut.
“Jika dipersentase pada tahun ini pada periode yang sama turunnya 30,33 persen,” jelasnya.
Kondisi ini tidak terjadi tanpa sebab, sejumlah faktor global disebut turut memengaruhi menurunnya mobilitas wisatawan internasional, termasuk perubahan kebijakan perjalanan serta dinamika ekonomi dunia.
Fokus Bidik Pasar Baru Wisatawan Malaysia
Sebagai langkah antisipatif, Dinas Pariwisata DIY mulai mengalihkan fokus strategi promosi. Salah satu pasar yang kini dibidik secara serius adalah wisatawan asal Malaysia.
“Calon wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, itu melihat bahwa nilai ringgit apabila kemudian ke Indonesia, itu maka lebih menguntungkan,” ucapnya.
Pendekatan yang disiapkan bukan sekadar promosi biasa, melainkan melalui konsep wisata keluarga atau family trip.
Program ini dinilai lebih relevan dengan karakter wisatawan Malaysia,.yang cenderung bepergian bersama keluarga.
Pihak dinas juga telah merancang kegiatan familiarization trip (famtrip), dengan mengundang calon wisatawan dari wilayah seperti Penang.
Selain strategi pemasaran, DIY juga mengandalkan kekuatan destinasi wisata alam sebagai daya tarik utama.
“Sebenarnya kami juga sudah merencanakan untuk mengundang famtrip dari Penang, yang mereka juga ingin untuk datang ke Jogjakarta,” tuturnya.
Keindahan alam yang beragam dinilai mampu menjadi magnet bagi wisatawan asing, terutama yang mencari pengalaman liburan berbeda.
Wisata berbasis alam dan pengalaman keluarga dianggap memiliki peluang besar untuk meningkatkan kembali angka kunjungan, terutama dari negara-negara Asia Tenggara.
Penurunan jumlah wisatawan asing ke wilayah DIY tentu berdampak pada sektor ekonomi, khususnya pelaku usaha pariwisata.
Dengan perluas pasar dan menyesuaikan konsep wisata, DIY diharapkan mampu kembali menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara dalam waktu dekat.