finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar energi global. Setelah sempat “mengamuk” dan terbang tinggi kemarin, harga minyak dunia pagi ini justru memilih untuk mendingin. Kamu yang khawatir dengan lonjakan harga BBM mungkin bisa sedikit bernapas lega, meski situasi di Timur Tengah sebenarnya masih sangat cair dan penuh drama.

Pasar minyak internasional saat ini sedang menunjukkan aksi balik arah. Optimisme terhadap rencana pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama mengapa harga minyak mentah hari ini mulai melandai. Investor berharap pertemuan tersebut bisa membuka kembali keran pasokan minyak dari jantung produksi dunia di Timur Tengah yang sempat tersendat.

Update Harga Minyak Terbaru: Brent dan WTI Mulai Melandai

Berdasarkan data perdagangan hari Selasa (21/4/2026), harga minyak mentah berjangka Brent turun 30 sen atau sekitar 0,31 persen ke level USD95,18 per barel. Tak ketinggalan, patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga menyusut 69 sen ke posisi USD88,92 per barel. Bahkan, kontrak Juni yang lebih aktif terpantau anjlok lebih dalam hingga 1,4 persen ke angka USD86,18.

Padahal, baru kemarin pasar bergejolak hebat. Brent sempat melesat 5,6 persen dan WTI meroket 6,9 persen setelah Iran secara mengejutkan menutup kembali Selat Hormuz. Situasi semakin panas saat Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran sebagai bagian dari blokade pelabuhan. Namun, hari ini sentimen pasar berubah drastis karena pelaku pasar lebih memilih untuk “bertaruh” pada proses perdamaian.

Harapan Damai di Pakistan: Akankah Gencatan Senjata Berlanjut?

Fokus dunia kini tertuju pada Pakistan. Teheran dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai di Islamabad guna mengakhiri blokade Amerika yang mencekik. Gencatan senjata dua minggu yang berlaku saat ini akan segera berakhir pekan ini, sehingga pertemuan tersebut menjadi sangat krusial.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, memang sempat menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh AS sebagai penghalang besar. Senada dengan itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan berunding di bawah ancaman. Namun, upaya diplomasi yang terus berjalan memberikan harapan bahwa nota kesepahaman atau perpanjangan gencatan senjata bisa tercapai dalam waktu dekat.

Selat Hormuz Masih Lumpuh, Risiko Pasokan Tetap Menghantui

Meskipun harga turun, kamu jangan sampai lengah. Risiko gangguan pasokan minyak mentah sebenarnya masih berada di level tertinggi. Analis dari ING memperingatkan bahwa pasar mungkin terlalu meremehkan gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan arteri vital bagi sepertiga pasokan minyak global, dan saat ini aktivitas pengiriman di sana masih sangat terbatas.