Home Nasional Harga Plastik Meroket, UMKM Terdampak! Ekonom UGM Desak Aksi Nyata Pemerintah
Nasional

Harga Plastik Meroket, UMKM Terdampak! Ekonom UGM Desak Aksi Nyata Pemerintah

Bagikan
Harga plastik melonjak hingga 100%. Ekonom UGM ingatkan risiko UMKM gulung tikar.
Bagikan

finnews.id – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini tengah menghadapi ujian berat. Konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga bahan baku plastik yang sangat drastis, bahkan kabarnya kenaikan ini menembus angka 100%.

Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius, mengingat plastik adalah komponen vital dalam rantai usaha mereka.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., memperingatkan bahwa situasi ini adalah alarm bagi ketahanan ekonomi kerakyatan.

“Kita harus menyadari bahwa UMKM Indonesia sangat bergantung pada plastik mulai dari kemasan makanan hingga kantong belanja,” ungkapnya pada Kamis, 16 April 2026, dikutip dari website UGM.

Mengapa Harga Plastik Bisa Naik Begitu Tinggi?

Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Wisnu menjelaskan adanya efek domino pada rantai nilai petrokimia yang dipicu oleh tiga faktor utama:

  1. Gangguan Logistik di Selat Hormuz: Sebagai jalur vital minyak dunia, ketegangan di wilayah ini membuat harga minyak mentah global melambung.

  2. Produk Turunan Minyak Bumi: Plastik dibuat dari polimer seperti polietilena yang merupakan turunan minyak. Saat harga induknya naik, biaya produksi biji plastik otomatis terkerek.

  3. Prioritas Energi: Negara eksportir lebih mendahulukan bahan bakar transportasi ketimbang produk petrokimia, sehingga stok biji plastik di pasar internasional menjadi langka.

Dampak Sistemik Bagi Pelaku Usaha

Bagi kamu pemilik usaha kuliner, kenaikan ini sangat terasa karena 60% hingga 70% biaya produksi seringkali habis untuk bahan baku dan kemasan. Lonjakan harga plastik membuat keuntungan (margin) tergerus dalam.

Menaikkan harga jual produk juga bukan solusi yang mudah. Wisnu menilai daya beli masyarakat saat ini masih “rapuh”, sehingga menaikkan harga justru berisiko membuat pelanggan pergi. Jika terus dibiarkan, UMKM bisa mengalami defisit arus kas. “Seringkali, shock ekonomi yang berujung penutupan akan lebih lambat lagi pemulihannya,” jelas Wisnu.

Solusi Adaptasi dan Desakan Kebijakan Pemerintah

Untuk menyiasati krisis ini, Wisnu menyarankan pelaku UMKM untuk segera melakukan adaptasi strategis, seperti:

  • Mulai beralih ke kemasan alternatif lokal seperti besek bambu, kertas, atau bahan berbahan dasar singkong.

  • Mendesain ulang kemasan dengan mengurangi ketebalan tanpa merusak kualitas.

  • Menerapkan sistem “bawa wadah sendiri” dengan memberikan potongan harga kecil kepada konsumen.

Namun, beban ini tidak bisa dipikul sendiri oleh pengusaha. Wisnu mendesak pemerintah untuk hadir melalui kebijakan fiskal yang nyata, seperti pemberian insentif pajak atau penghapusan pajak impor bahan baku alternatif.

Pemerintah melalui BUMN juga diharapkan bisa melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga biji plastik domestik.

Terakhir, pendampingan dari dinas terkait sangat diperlukan. “Melalui dinas terkait, memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang cara mengelola keuangan dan strategi pricing di masa krisis energi,” pungkas Wisnu.

Bagikan
Artikel Terkait
Nasional

Hingga 16 April, DJP Catat Pelaporan SPT Capai 11,29 juta

finnews.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan terus memantau kepatuhan wajib...

Nasional

MANTAB! Transaksi Ekspor UMKM Tembus Rp404,5 Miliar di Triwulan I, Ini Sektor yang Paling Laris

finnews.id – Kabar membanggakan datang dari sektor ekonomi kerakyatan kita. Kementerian Perdagangan...

Nasional

Pemerintah Buka Lowongan 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

finnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk...

Nasional

Cara Mudah Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Triwulan II 2026 via HP, Cair Lebih Cepat!

finnews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mempercepat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program...