finnews.id – Kecelakaan kerja tragis terjadi di sebuah proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa.
Sebanyak empat pekerja proyek ditemukan meninggal dunia di dalam bak penampungan air, diduga akibat menghirup gas berbahaya saat berusaha saling menolong.
Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (K3) di lingkungan proyek konstruksi.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah proyek renovasi gedung bertingkat di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa.
Kejadian bermula saat mandor meminta sejumlah pekerja untuk menguras bak penampungan air (gelonteng) berukuran sekitar 6×3 meter yang berada di area basement.
Saat proses pembongkaran penutup bak dilakukan, salah satu pekerja terjatuh ke dalam penampungan tersebut. Rekan kerja yang melihat kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan, namun tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Sayangnya, upaya penyelamatan tersebut justru berujung petaka.
Upaya Menolong Berujung Maut
Satu per satu pekerja yang mencoba menolong ikut terjatuh ke dalam bak. Kondisi di dalam penampungan diduga mengandung gas beracun serta minim oksigen, sehingga membuat korban kehilangan kesadaran.
Saksi di lokasi menyebutkan bahwa area sekitar bak terasa panas dan pengap saat proses evakuasi berlangsung.
Identitas Korban
Empat pekerja yang meninggal dunia diketahui berinisial:
- YN (31)
- M (61)
- TS (62)
- MF (18)
Selain korban tewas, tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas setelah mencoba membantu. Mereka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Seluruh korban sempat dievakuasi dan dibawa ke RS Pasar Rebo. Namun, nyawa keempat pekerja tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui secara detail kronologi kejadian.
Dugaan Penyebab: Gas Beracun di Ruang Tertutup
Insiden ini diduga berkaitan dengan paparan gas beracun di ruang tertutup (confined space) seperti bak penampungan air. Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak disertai prosedur keselamatan yang ketat, seperti:
- Penggunaan alat pelindung diri (APD)
- Pemeriksaan kadar oksigen
- Ventilasi udara yang memadai
Pentingnya Keselamatan Kerja di Proyek Konstruksi
Kasus ini menjadi pengingat serius bagi pelaku industri konstruksi untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja. Kelalaian kecil dapat berujung pada kehilangan nyawa.
Penerapan prosedur K3 bukan hanya formalitas, tetapi langkah penting untuk melindungi pekerja dari risiko fatal di lapangan.