finnews.id – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengonfirmasi kabar terbaru mengenai kondisi personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Sebanyak tiga prajurit TNI kembali menjadi korban luka dalam insiden terbaru di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di wilayah tersebut.
“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi,” kata Menlu Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu.
Sugiono menjelaskan bahwa pihak berwenang dari PBB saat ini sedang melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau proses pemeriksaan yang sedang berlangsung.
“UNIFIL masih melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut,” tutur Sugiono merujuk pada status pemeriksaan insiden terbaru yang menimpa para prajurit.
Eskalasi konflik di Timur Tengah memang memberikan tekanan besar bagi pasukan perdamaian. Serangan senjata dan ledakan di wilayah operasi UNIFIL dilaporkan terjadi secara beruntun, terutama dalam kejadian terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 lalu.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun per hari ini, total prajurit TNI yang terdampak serangan dalam konflik di Timur Tengah telah mencapai 11 personel. Rinciannya, tiga prajurit dinyatakan gugur, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga kondisi berat.
Penambahan korban luka ini memperpanjang daftar hitam personel TNI yang terdampak langsung oleh memburuknya situasi keamanan di Lebanon. Sebelumnya, tiga prajurit terbaik Indonesia telah gugur saat menjalankan mandat perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia kehilangan tiga putra terbaiknya dalam misi internasional ini. Adapun identitas prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas suci tersebut adalah:
Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon