finnews.id – Presiden Prabowo Subianto seakan seperti seorang cenayang.
Meramal akan adanya Perang Dunia, Pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak atau storage untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi dalam negeri.
Hal ini dilakukan guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, salah satu ramalan konflik yang terbukti terjadi adalah konflik di Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya sudah diberi arahan langsung mengenai pembangunan fasilitas penyimpanan minyak atau storage tersebut agar segera bisa dipercepat.
Ia juga mengungkapkan bahwa arahan Prabowo tersebut untuk kebutuhan survival (bertahan hidup).
Menurut Bahlil, percepatan pembangunan tangki penyimpanan minyak merupakan strategi utama guna memperkuat cadangan energi domestik.
Ia pun memastikan investasi untuk proyek tersebut sudah tersedia dan investor juga sudah siap mendukung.
Menurut Bahlil, tangki yang akan dibangun dikhususkan untuk menyimpan minyak mentah (Crude Oil).
Yang mana, jika cadangan minyak mentah tersedia maka proses pengolahan menjadi BBM bisa dilakukan melalui kilang yang ada.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam masa pemerintahannya berencana membangun kilang dan tangki penyimpanan minyak (Oil Storage) di berbagai wilayah di Indonesia.
Mulai dari Lhokseumawe Aceh hingga Fakfak Papua Barat.
Hal ini menyusul diserahkannya 18 dokumen pra Feasibility Study (pra-FS) terkait proyek hilirisasi dari Tim Satgas Hilirisasi yang diketuai oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
Dari paparan Kementerian ESDM, proyek ini masuk dalam daftar prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional.
Investasi yang menyokongnya mencapai Rp232 Triliun.
Yang terdiri dari proyek kilang Rp160 Triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44 ribu tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp72 Triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6.960.