finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk kembali menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025 melalui berbagai keputusan strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui laporan tahunan serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Selain itu, laporan kinerja Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah juga resmi diterima.
Dividen Rp4,07 Triliun
Salah satu keputusan utama dalam RUPST adalah pembagian dividen tunai dengan rasio maksimal 60% dari laba bersih.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp4,07 triliun (gross), dari laba bersih sebesar Rp6,78 triliun (bank only). Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 30 hari setelah keputusan rapat, sementara sisanya dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis.
Strategi Forward30 Jadi Kunci Pertumbuhan
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat dan konsisten.
Menurutnya, strategi jangka panjang “Forward30” menjadi fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan.
Penunjukan Auditor hingga Penguatan Tata Kelola
RUPST juga menetapkan kembali Jimmy Pangestu bersama Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (afiliasi PricewaterhouseCoopers) sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026.
Dari sisi tata kelola, sejumlah posisi Dewan Komisaris kembali ditegaskan, antara lain:
- Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris
- Sri Widowati
- Farina J. Situmorang
Langkah ini dinilai sejalan dengan standar tata kelola perusahaan terbaik, termasuk ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).
Dewan Syariah dan Direksi Diperkuat
Pada jajaran Dewan Pengawas Syariah, RUPST kembali mengangkat M. Quraish Shihab sebagai Ketua dan Yulizar Djamaluddin Sanrego sebagai anggota.
Selain itu, Hamim Ilyas ditunjuk sebagai anggota baru menggantikan Fathurrahman Djamil.
Perubahan juga terjadi di jajaran Direksi dengan masuknya Budiman Tanjung, yang diharapkan mampu memperkuat pengembangan bisnis, khususnya di sektor digital banking.
Buyback Saham dan Agenda Strategis Lainnya
RUPST turut menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) maksimal 220.000 lembar dengan nilai hingga Rp480 juta.
Program ini akan digunakan sebagai bagian dari skema remunerasi berbasis saham bagi manajemen, khususnya Material Risk Taker (MRT), sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, perseroan juga menyetujui pembaruan Recovery Plan sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan serta perubahan Anggaran Dasar.
Komitmen Transparansi dan Transformasi Digital
Dalam RUPST tersebut, CIMB Niaga juga memaparkan laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) sebagai bentuk transparansi kepada pemegang saham.
Menariknya, rapat kembali digelar secara hybrid melalui platform eASY.KSEI dan kehadiran langsung di Graha CIMB Niaga Jakarta, dengan dukungan e-voting dan e-proxy.
Rangkaian keputusan dalam RUPST 2025 menegaskan komitmen CIMB Niaga untuk menjaga kinerja, memperkuat tata kelola, dan terus beradaptasi dengan perkembangan industri perbankan.
Dengan strategi yang matang dan inovasi berkelanjutan, CIMB Niaga optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan positif di tengah persaingan yang semakin ketat.
- bank swasta terbesar di Indonesia
- berapa dividen CIMB Niaga 2025
- buyback saham CIMB Niaga
- CIMB Niaga RUPST 2025
- dewan komisaris CIMB Niaga
- direksi baru CIMB Niaga
- dividen CIMB Niaga 2025
- hasil RUPST CIMB Niaga terbaru
- kinerja CIMB Niaga 2025
- kinerja keuangan CIMB Niaga tahun 2025
- kinerja perbankan Indonesia 2025
- laba CIMB Niaga
- laporan keuangan CIMB Niaga 2025
- pembagian dividen CIMB Niaga Rp4.07 triliun
- pengawas syariah CIMB Niaga
- Recovery Plan CIMB Niaga
- RUPST bank Indonesia
- siapa direksi baru CIMB Niaga
- strategi bisnis CIMB Niaga ke depan
- strategi Forward30 CIMB Niaga