Home Megapolitan UMP Jakarta 2026: Pramono Anung Targetkan Finalisasi Hari Ini, Pastikan Ada Kenaikan
Megapolitan

UMP Jakarta 2026: Pramono Anung Targetkan Finalisasi Hari Ini, Pastikan Ada Kenaikan

Bagikan
Gubernur Jakarta Pramono Anung
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut saat ini finalisi UMP Jakarta 2026
Bagikan

finnews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 rampung pada hari Senin (22/12). Langkah ini diambil guna memberikan kepastian bagi publik dan mempercepat proses pengumuman resmi.

Ditemui di Balai Kota Jakarta, Pramono menegaskan bahwa dirinya telah menetapkan batas waktu agar keputusan strategis ini dapat diambil secepatnya.

“Sekarang pembahasannya sedang berjalan. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai, karena saya memang memberi target agar rampung hari ini,” ujar Pramono kepada awak media.

Pemprov DKI Jakarta saat ini memposisikan diri sebagai mediator di tengah dinamika kepentingan antara dunia usaha dan kelompok pekerja. Pramono mengakui adanya proses “tarik-menarik” dalam diskusi, terutama terkait interpretasi regulasi terbaru.

Dalam menetapkan besaran upah, Pemprov DKI tetap berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025. Sesuai aturan tersebut, terdapat rentang penyesuaian (nilai alpha) sebesar 0,5 hingga 0,9 yang menjadi basis perhitungan.

“Tarik-menarik pasti terjadi karena rentangnya sudah diatur dalam PP. Namun, kami akan mengambil posisi yang adil dan seimbang,” tambah Pramono.

Indikator Kenaikan UMP 2026

Gubernur memastikan bahwa UMP DKI Jakarta 2026 dipastikan akan mengalami kenaikan. Besaran kenaikan tersebut akan dikalkulasi berdasarkan tiga faktor utama:

  • Tingkat inflasi daerah.
  • Laju pertumbuhan ekonomi.
  • Faktor penunjang kesejahteraan lainnya.

Berbeda dengan daerah lain, Pramono berkomitmen untuk mengumumkan hasil UMP 2026 lebih cepat dari target nasional. Meski belum merinci tanggal pastinya, optimisme ini didasari oleh progres pembahasan yang berjalan efektif di tahap akhir.

“Pasti ada kenaikan. Karena nilai ‘alpha’-nya sudah memiliki rentang, tinggal disesuaikan dengan kondisi ekonomi,” pungkasnya.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
tahun baru imlek 2025
Megapolitan

Imlek 2026 Bakal Gemerlap! Pramono Siapkan Festival Lampion dari Glodok hingga SCBD

finnews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan perayaan Tahun Baru Imlek...

Megapolitan

Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Jagakarsa, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

finnews.id – Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Teratai XIV 6–8,...

Megapolitan

Anggota LMK RW 03 Grogol Utara Diduga Ancam Ketua RT dan RW, Dipanggil Lurah untuk Klarifikasi

finnews.id – Seorang anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 03 Grogol Utara,...

Ilustrasi jenazah korban pembunuhan
Megapolitan

Warga Kebon Jeruk Geger, Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Kali Pesanggrahan

finnews.id – Sesosok jenazah perempuan ditemukan terapung di aliran Kali Pesanggrahan, tepatnya...