Home Hukum & Kriminal Kejagung Ungkap Kerugian Negara Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim Tembus Rp2,1 Triliun
Hukum & Kriminal

Kejagung Ungkap Kerugian Negara Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim Tembus Rp2,1 Triliun

Bagikan
Nadiem Makarim
Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook memasuki babak baru. Berkas Nadiem Makarim dan empat tersangka lain dilimpahkan ke JPU.Foto:Dok.Kejagung
Bagikan

finnews.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap besarnya kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019–2022. Nilainya mencapai lebih dari Rp2,1 triliun.

Angka tersebut berasal dari pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa laptop Chromebook serta layanan Chrome Device Management (CDM).

“Total kerugian negara mencapai lebih dari Rp2,1 triliun,” ujar Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Riono Budisantoso, di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin.

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni:

  1. Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Ibrahim Arief, Konsultan Teknologi Kemendikbudristek
  3. Sri Wahyuningsih, mantan Direktur SD sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (2020–2021)
  4. Mulyatsyah, mantan Direktur SMP sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (2020–2021)
  5. Jurist Tan, mantan Staf Khusus Mendikbudristek

Riono menjelaskan, dugaan tindak pidana korupsi bermula dari tahap penyusunan kajian teknis pengadaan perangkat TIK. Tim teknis sebelumnya telah menyampaikan bahwa spesifikasi perangkat seharusnya tidak mengarah pada satu sistem operasi tertentu.

Namun, hasil kajian tersebut diduga diubah dan diarahkan agar merekomendasikan penggunaan Chrome OS, yang berujung pada pengadaan laptop jenis Chromebook.

Padahal, menurut Kejagung, pengadaan Chromebook pernah dilakukan pada tahun 2018 dan dinilai tidak berhasil dalam penerapannya. Meski begitu, kebijakan serupa kembali dijalankan pada 2020 hingga 2022 tanpa dasar teknis yang dinilai objektif.

Akibatnya, negara mengalami kerugian besar yang terdiri dari:

  • Kemahalan harga Chromebook sebesar Rp1,56 triliun
  • Pengadaan layanan CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat sebesar Rp621,38 miliar

Jika dijumlahkan, total kerugian negara mencapai lebih dari Rp2,1 triliun.

Pada hari yang sama, Kejaksaan menyatakan telah melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan empat tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Empat tersangka yang telah dilimpahkan adalah Nadiem Makarim, Ibrahim Arief, Sri Wahyuningsih, dan Mulyatsyah. Sementara itu, tersangka Jurist Tan masih dalam proses pengejaran.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Hukum & KriminalInternasional

Tragedi Pembunuhan Abraham Lincoln: Luka Mendalam Amerika Serikat

finnews.id – Pembunuhan Presiden Amerika Serikat ke-16, Abraham Lincoln, merupakan salah satu...

Hukum & Kriminal

Pelaku Penjual Senjata Api Ilegal Belajar Rakit Senjata sejak 2018

finnews.id – Kasus peredaran senjata api ilegal kembali mencuat dan menimbulkan kekhawatiran...

KPK Ciduk Wali Kota Madiun Maidi
Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Wali Kota Madiun dan 8 Lainnya Tersangka Kasus Dana CSR

finnews.id –  Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang...

Hukum & Kriminal

Bupati Pati Terjaring OTT: KPK Sita Uang Tunai Miliaran Rupiah, Skandal Jabatan Perangkat Desa Terbongkar!

finnews.id – Gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di awal tahun 2026 kian...