Home Tekno Napster, Dulu Platform Berbagi Musik, Terjual Seharga Rp3,4 Triliun
Tekno

Napster, Dulu Platform Berbagi Musik, Terjual Seharga Rp3,4 Triliun

Bagikan
Napster Terjual
Napster Terjual Rp3,4 Triliun, Image: Whoalice-moore / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Napster, platform berbagi musik jadul yang pernah mengubah industri musik digital, kembali berpindah tangan dengan harga mencapai Rp3,4 triliun.

Infinite Reality, sebuah perusahaan teknologi yang fokus pada dunia metaverse, resmi mengakuisisi Napster dengan tujuan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem virtual interaktif.

Langkah ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Napster mampu bangkit kembali di era digital saat ini?

Dengan dunia yang semakin berorientasi pada streaming musik legal, Infinite Reality tampaknya ingin memanfaatkan potensi Napster untuk membangun ruang interaktif bagi penggemar musik.

Strategi Infinite Reality untuk Napster

Sebagai perusahaan yang agresif dalam akuisisi, Infinite Reality memiliki visi menjadikan Napster sebagai platform yang lebih dari sekadar layanan streaming biasa.

Mereka berencana menghadirkan pengalaman musik yang lebih imersif dengan menghadirkan konser virtual, pesta mendengarkan lagu secara bersama, hingga menciptakan marketplace eksklusif bagi musisi untuk menjual merchandise mereka.

John Acunto, CEO Infinite Reality, menyatakan bahwa saat ini belum ada platform streaming musik yang benar-benar menghadirkan ruang interaktif bagi komunitas musik.

Dengan latar belakang Napster yang memiliki lisensi jutaan lagu, mereka yakin dapat mengubah cara orang berinteraksi dengan musik di dunia digital.

Perjalanan Panjang Napster Sejak 1999

Napster pertama kali diluncurkan pada 1999 dan langsung menjadi fenomena global karena memungkinkan pengguna berbagi musik secara bebas.

Namun, legalitas layanan ini dipertanyakan, hingga akhirnya harus menghadapi berbagai tuntutan hukum dari industri musik. Napster pun bangkrut pada 2001.

Namun, itu bukan akhir dari perjalanannya. Beberapa perusahaan, termasuk Roxio, Best Buy, dan Rhapsody, bergantian mengambil alih Napster dengan harapan mengubahnya menjadi layanan musik digital yang sah.

Pada 2022, konsorsium blockchain mencoba mengintegrasikan Napster dengan teknologi Web3 dan NFT, tetapi inisiatif tersebut gagal berkembang.

Kini, dengan akuisisi oleh Infinite Reality, Napster kembali memiliki peluang untuk menyesuaikan diri dengan tren digital terkini.

Bagikan
Artikel Terkait
Tekno

Bocoran iPhone 18: Harga, Spesifikasi, dan Jadwal Rilis yang Mulai Terungkap

finnews.id – Perbincangan mengenai generasi terbaru iPhone mulai mengemuka meski peluncurannya masih...

Tekno

Vivo V70, Ponsel dan Fiturnya Bukan Kaleng-kaleng dan Siap Manjakan Mata Pengguna

finnews.id – Hadirnya ponsel Vivo V70 FE di pasar Indonesia pada 9...

Tekno

POCO Rilis C85x 5G: Bawa Baterai Jumbo 6300 mAh dan Layar Mulus 120Hz

finnews.id – POCO kembali menggebrak pasar ponsel pintar dunia dengan memperkenalkan lini...

Tekno

Harga Mobil Listrik Bekas di Indonesia ANJLOK PARAH, Apa Sebabnya?

finnews.id – Berbeda dengan mobil bensin, harga jual mobil listrik bekas diungkapkan...