Saya pernah dapat pelajaran listrik bagi pemula, termasuk bagaimana cara menuliskan kV –huruf V-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak Volt: fisikawan Italia, Alessandro Volta, si penemu baterai listrik. Pun kalau menulis kWh –hurur W-nya harus huruf besar untuk menghormati Pak James Watt yang Anda sudah tahu siapa beliau.
Sekitar 17 tahun lalu, yang mengajari saya dasar-dasar kelistrikan itu seorang engineer muda yang sangat pintar. Kelak di pertengahan Oktober 2026 anak muda itu menjadi orang terpenting di PLN.
Di Batam ada dua pembangkit listrik: tenaga gas dan tenaga batu bara. Lokasinya berjauhan. Satu di Tanjung Uncang, satunya di Nongsa. Tenaga gasnya sangat besar: 220 mW. Tenaga batu baranya 2×50 mW –sedang ditambah dengan 2×100 mW.
Bahwa listrik di pulau Bintan juga ikut padam itu karena dua pulau itu sudah berada dalam satu sistem –lewat jaringan kabel listrik bawah laut.
Saya belum pernah mendengar ada mati lampu yang sampai menjadi perkara pidana. Mungkin karena mati lampu yang di Batam ini telah membuat kemarahan yang hebat.
Pernah terjadi mati lampu hampir se-Jawa tapi tidak sampai jadi perkara pidana. Mungkin karena calon tersangkanya adalah sebatang pohon. Yakni pohon besar di dekat transmisi yang di tengah angin ribut mengenai jaringan 500kV trans Jawa. Pernah juga mati lampu akibat pasokan batu baranya terganggu. Juga tidak jadi perkara pidana –mungkin karena calon tersangkanya tidak punya lidah: batu bara.
Untung kera di Batam itu tewas. Kalau tidak ia pun bisa ikut jadi tersangka. (Dahlan Iskan)