Oleh: Dahlan Iskan
Orang yang terus dibombardir berita buruk bisa kena penyakit jiwa. Berarti masyarakat rugi dua kali: rugi tingkat kesejahteraannya dan rugi kesehatan jiwanya.
Siapa yang tersalah?
Yang menyiarkan berita-berita buruk atau yang menciptakan kejadian buruk –yang menjadi penyebab banjirnya berita buruk?
Anda bisa berkelahi untuk mencari siapa yang paling salah. Yang berkelahi itu ruginya menjadi tiga kali.
Maka hari ini Disway menulis berita baik: harga saham di Bursa Efek Indonesia naik lebih 5 persen hari Selasa kemarin. Kalau dihitung jumlah penurunan Sabtu dan Senin lalu angkanya 11+3 persen: berarti total penurunannya tinggal 9 persen. Jangan dibandingkan selama tahun 2026 –yang sejak Januari lalu turunnya sampai 40 persen.
Pimpinan Bursa Efek Indonesia langsung ge-er: kenaikan saham 5 persen kemarin berkat perubahan kebijakan bursa. Yakni diubahnya batas penghentian transaksi otomatis dari 15 persen ke 7 persen. Misalkan waktu pasar dibuka di pagi hari kemarin harga saham PT Leong Putu Tbk (LEPU) Rp1000/lembar. Pukul 11.00 harga itu turun jadi Rp920/lembar. Maka harga LEPU sudah turun lebih 7 persen. Otomatis transaksi dihentikan. Artinya tidak bisa turun lagi meski yang antre menjual masih banyak.
Mereka yang antre jual itu tidak bisa jual saham mereka –kecuali ada pembeli yang mau beli dengan harga di atas Rp 930/lembar. Tentu, mana ada orang yang membeli saham LEPU sebesar itu sementara harganya sudah di bawah itu.
Maka harus tunggu hari berikutnya. Misalnya hari berikutnya saham LEPU dibuka dengan harga Rp 930/lembar. Begitu turun lagi tujuh persen lagi perdagangan dihentikan lagi. “Dengan demikian berkuranglah jual saham akibat panik,” ujar pengurus bursa.
Tentu tidak semua setuju kenaikan lima persen kemarin berkat kebijakan yang baru akan berlaku tanggal 1 Desember 2026. Pengamat pasar modal umumnya melihat penurunan dua hari berturut itu sudah sampai asfalas safilin. Secara hukum alam tidak mungkin ada angka di bawah asfalas safilin. Maka para pemain saham sampai pada kesimpulan: kini saatnya beli. Tidak mungkin turun lagi.