finnews.id – Penyerang sayap Real Madrid, Vinicius Junior, mengawali musim ini dengan performa yang kurang meyakinkan.
Situasi tersebut terjadi tak lama setelah rumor kepindahannya ke klub Liga Inggris, Arsenal, berhembus kencang pada bursa transfer musim panas lalu.
Klub berjuluk The Gunners tersebut dilaporkan melakukan upaya besar untuk memboyong pemain asal Brasil ini ketika masa depannya di Santiago Bernabeu sempat menggantung.
Namun, pemain berusia 26 tahun itu akhirnya memilih bertahan dan menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang hingga 2032. Sayangnya, performanya di lapangan justru menurun sejak awal musim bergulir.
Penurunan Performa yang Signifikan
Sebagai pembanding, Vinicius tampil impresif saat mencetak satu gol dan satu umpan gol saat Real Madrid menang 4-1 atas Real Sociedad pada 26 Agustus.
Namun setelah laga tersebut, ia hanya menyumbang dua umpan gol dalam enam pertandingan berikutnya.
Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan capaian gemilangnya musim lalu, di mana ia berhasil mengemas 22 gol dan 14 umpan gol.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Sport Witness, jurnalis sekaligus pengamat sepak bola Radio Marca, Raul Varela, menilai bahwa dinamika spekulasi transfer sepanjang musim panas sedikit banyak memengaruhi fokus sang pemain.
Varela menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi pemicu, seperti persiapan Piala Dunia 2026, kedatangan manajer Jose Mourinho, negosiasi kontrak baru, hingga ketertarikan serius dari Arsenal.
Menurutnya, serangkaian hal tersebut membuat Vinicius kehilangan karakter bermainnya yang biasa dikenal lincah, penuh percaya diri, dan sering menjadi penentu kemenangan.
Upaya Serius Arsenal yang Memaksa Madrid Bergerak
Ketertarikan Arsenal bukan sekadar rumor burung. Menurut laporan Raul Varela di Radio Marca, Chief Executive Officer Arsenal, Richard Garlick, turun tangan langsung memimpin negosiasi dan hampir saja berhasil mengamankan tanda tangan sang pemain.
Kondisi mendesak ini memaksa Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bertindak cepat untuk segera menyodorkan kontrak baru.