Kalau misalkan yang diberhentikan dengan cara itu adalah saya, saya pun bisa menerima. Saya anggap sama dengan diberhentikan dengan cara penuh basa-basi.

Purbaya mungkin juga punya perasaan yang sama. Purbaya kan lama tinggal di Amerika. Sudah biasa melihat kejadian seperti itu. Buktinya tidak ada reaksi yang berlebihan atas pemberhentiannya. Purbaya justru bisa menjadi menteri keuangan yang sebenarnya setelah diberhentikan: sangat pelit bicara.

Yang menarik justru sebuah akun fanbase Purbaya yang viral di medsos. Singkat. Abu-abu. Sulit ditafsirkan arahnya. Tapi ada kandungan lucunya yang menjadi gaya khas Purbaya selama menjadi menteri.

Sore itu akun fanbase itu posting wajah tersenyum Purbaya dalam baju batik dan celana hitamnya. Tanpa pidato. Tanpa ucapan kata-kata. Hanya ada teks tiga kata dalam captionnya: “Sudah siap belum?”

Ketika ada netizen yang bertanya apakah Purbaya sudah siap memberikan kejutan, reaksinya juga sulit ditafsirkan. Akun itu hanya menjawab dengan enam huruf: hehehe.

Satu-satunya yang bisa ditafsirkan adalah suara background musik di balik medsos itu: lagu Wasap Mamen dari penyanyi Djuamputh dan Andi Mbendol.

Lagu itu memang lagi hype belakangan ini –meski saya sendiri baru tahu setelah dijadikan ilustrasi postingan Purbaya. Saya pun tidak tahu siapa DJuamputh dan Andi Mbendol.

DJuamput sangat mirip dengan bunyi sumpah serapahnya Arek Suroboyo. Mbendol juga dekat dengan istilah Jawa ”mbendol mburi”: kelihatannya gampang di awal ternyata penuh persoalan di bagian akhirnya.

Nama asli Andi Mbendol adalah Rizky Andi Putra. Anak Yogyakarta ini memang kreatif. Lagu ciptaannya banyak, umumnya remix koplo Jawa. Misalnya Tresno Tekane Mati, Ayang Ayang, Minggato, Lalekno Aku, dan Maturnuwun.

rlalu banyak protes, maju terus”.

Kalau itu cermin sikap pribadi Purbaya, maka berarti Purbaya sudah bisa menerima pemberhentiannnya itu. Tapi apa makna ”maju terus”. Tidak ada yang tahu.

Kemunculan kedua Purbaya terjadi keesokan harinya: di acara serah terima jabatan. Purbaya tidak mau membacakan teks pidato yang sudah disiapkan –tapi itu sudah jadi kebiasaan lamanya: tidak bermakna apa-apa. Ia hanya pidato singkat mengucapkan terima kasih. Selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada menkeu yang baru: Prof Dr Suahasil yang selama ini menjadi wakilnya.