finnews.id – Manchester United bakal menjamu Brighton and Hove Albion di Old Trafford dalam babak ketiga EFL Cup, pada Kamis, 17 September 2026.
Pertandingan ini menjadi panggung krusial bagi tuan rumah untuk bangkit usai menelan kekalahan tipis 0-1 dari Manchester City dalam laga derbi pekan lalu.
Hasil tersebut memicu kontroversi VAR terkait posisi offside, namun lini depan asuhan Michael Carrick memang tampil minim ide meski unggul jumlah pemain selama lebih dari satu jam.
Pemenang dari laga ini akan langsung melenggang ke putaran keempat yang pengundiannya dilakukan sesaat setelah laga usai.
Badai Cedera dan Rotasi Pemain
Kedua tim dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh akibat masalah kebugaran.
Di kubu tuan rumah, Matthijs de Ligt, Manuel Ugarte, Amad Diallo, Tom Heaton, dan Carlos Baleba dipastikan absen. Kondisi Luke Shaw juga masih diragukan.
Carrick diprediksi memutar otak dengan memainkan Benjamin Sesko sejak awal untuk menggantikan Matheus Cunha di lini depan, serta memberi kesempatan pada Andrey Santos di lini tengah.
Sementara itu, badai cedera Brighton tak kalah parah. Nama-nama seperti Yankuba Minteh, Kaoru Mitoma, Mats Wieffer, hingga Evan Ferguson harus menepi.
Namun, kedalaman skuad Hurzeler terbukti tetap menakutkan. Pemain veteran Pascal Gross yang telah mencetak tujuh gol ke gawang Setan Merah sepanjang kariernya diperkirakan tetap menjadi motor serangan.
Analisis Pertandingan
Performa kedua tim di awal musim ini menunjukkan grafik yang sangat bertolak belakang.
Manchester United tampil melempem dengan hanya mencatatkan satu kemenangan dari empat laga awal Premier League (1 menang, 1 imbang, 2 kalah) dan telah kebobolan tujuh gol tanpa pernah meraih nirbobol.
Skuad Carrick terlihat kesulitan membongkar pertahanan lawan dan rapuh di lini belakang, membuat mereka sudah tertinggal delapan poin dari puncak klasemen.
Di sisi lain, Brighton datang dengan modal ketajaman yang luar biasa. Tim asuhan Fabian Hurzeler telah mengemas 13 gol dalam empat laga Premier League, catatan terhebat mereka pada tahap ini sepanjang sejarah klub di kasta tertinggi.