finnews.id – Di era digital, keterampilan pemrograman bisa membantu anak mengasah logika, kreativitas, sekaligus kemampuan memecahkan masalah sejak usia dini.

Saat ini orang tua tidak perlu langsung mengenalkan bahasa pemrograman yang rumit. Sejumlah aplikasi coding anak menawarkan metode belajar yang lebih sederhana dan menyenangkan. Anak bisa belajar melalui permainan, teka-teki, animasi, hingga pembuatan game.

Berikut pilihan aplikasi coding anak dan remaja berdasarkan kelompok usia.

Aplikasi Coding Anak Usia 5-7 Tahun

Pada usia 5-7 tahun, anak biasanya masih membutuhkan metode belajar yang sederhana dan visual. Karena itu, aplikasi dengan permainan, ikon, dan aktivitas interaktif bisa menjadi pilihan.

ScratchJr

ScratchJr merupakan versi sederhana dari Scratch yang dirancang untuk anak yang belum mahir membaca. Aplikasi ini menggunakan balok-balok berbentuk ikon sehingga anak dapat memahami konsep dasar pemrograman secara visual.

Anak bisa menggunakan balok tersebut untuk membuat karakter bergerak. Dengan pendekatan ini, mereka mulai mengenal logika pemrograman tanpa harus berhadapan dengan kode teks yang rumit.

Lightbot Jr

Lightbot Jr menawarkan konsep belajar coding melalui permainan teka-teki edukatif. Aplikasi ini mengenalkan dasar-dasar pemrograman dan logika komputer kepada anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

Pendekatan berbasis game membuat anak dapat belajar sambil menyelesaikan tantangan. Dengan begitu, proses memahami logika komputer terasa lebih natural dan tidak terlalu formal.

Kodable

Kodable mengajarkan dasar-dasar pemrograman melalui permainan maze atau labirin. Aplikasi ini berfokus pada konsep penting dalam coding, termasuk sequence atau urutan dan condition atau kondisi.

Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam memahami cara kerja program. Anak pun bisa mulai mengenali bagaimana sebuah perintah bekerja berdasarkan urutan dan kondisi tertentu.

Aplikasi Coding Anak Usia 8-12 Tahun

Memasuki usia 8-12 tahun, anak sudah bisa mendapatkan tantangan coding yang lebih kompleks. Pada tahap ini, aplikasi yang memungkinkan anak membuat game, animasi, atau cerita interaktif bisa menjadi pilihan menarik.

Scratch

Scratch merupakan aplikasi sekaligus bahasa pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan oleh MIT Media Lab. Platform ini memungkinkan anak membuat game, animasi, dan cerita interaktif.