finnews.id – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan siap saji melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT. Bantuan tersebut merupakan bentuk respons Asuransi Jasindo dalam mendukung masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat pascabencana.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur di sejumlah wilayah NTT. Pemerintah Provinsi NTT juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Dalam situasi tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu prioritas penanganan. Oleh karena itu, Asuransi Jasindo menyalurkan makanan siap saji melalui BPBD Provinsi NTT agar bantuan dapat diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana sekaligus bagian dari komitmen Asuransi Jasindo untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi.

“Kami turut prihatin atas musibah gempa bumi yang berdampak terhadap masyarakat di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui bantuan makanan siap saji yang kami salurkan melalui BPBD Provinsi NTT, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya dalam masa tanggap darurat. Bagi kami, kehadiran perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui layanan perlindungan, tetapi juga melalui kepedulian dan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi kondisi yang sulit,” ujar Brellian.

Brellian menambahkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait menjadi penting dalam memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.