Tentang layup yang dilakukan Fox sebenarnya sudah sangat benar. Setelah dekat ke ring Knicks ia meloncat dengan tumpuan kaki kirinya, lalu satu tangannya “meletakkan’ bola di bibir ring. Itulah layup yang klasik. Bukan slam dunk. Tingkat keberhasilannya hampir mutlak: ketika belum ada Anunoby.

Kata “meletakkan” bola itu cocok untuk Amerika karena tubuh dan loncatan mereka tidak memerlukan lagi ”melemparkan” bola.

Anda perlu melihat video viral yang saya sertakan di sini sebelum pertandingan kelima itu. Di situ sejumlah anak muda kulit hitam New York berdoa pakai bahasa Arab. Doa beneran. Allahuma in five! Doa yang seru karena sekaligus humor politik yang lucu: wali kota New York adalah Muslim sekaligus fans Knicks: Zohran Mamdani.

Bahkan setelah juara pun ada meme dari Cucu Pak Iskan untuk grup keluarga:

Orang New York Fans Knicks,

Wali kotaku Muslim,

Bagel (makananku) Yahudi,

Paus ada di pihakku,

Knicks in Five!