Ferrari Mulai Menunjukkan Potensi
Hamilton juga mengaku terkejut dengan kecepatan Ferrari SF-26 yang telah mendapatkan sejumlah pembaruan teknis. Mobil tersebut menunjukkan peningkatan performa signifikan di Barcelona.
Pada akhirnya, Hamilton hanya tertinggal 0,064 detik dari peraih pole position George Russell. Ia juga berhasil mengungguli pemimpin klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli.
Menurut Hamilton, keseimbangan mobil yang lebih baik menjadi salah satu faktor utama peningkatan performanya.
“Q1 berjalan sangat baik dan saya tahu mobil memiliki keseimbangan yang bagus. Saya merasa sangat nyaman,” ungkapnya.
Meski Q2 sedikit terganggu lalu lintas di lintasan, Hamilton tetap mampu mengamankan posisi start terdepan untuk balapan hari Minggu.
Peluang Ferrari Raih Kemenangan
Harapan Ferrari untuk meraih kemenangan kini banyak bertumpu pada Hamilton. Pasalnya, Charles Leclerc hanya akan memulai balapan dari posisi ke-10 setelah mengalami kecelakaan di Q3.
Jika berhasil memenangi Grand Prix Barcelona, Hamilton akan mengakhiri penantian panjangnya untuk kemenangan Formula 1. Kemenangan terakhirnya tercatat pada Grand Prix Belgia 2024.
Dengan posisi start yang sangat kompetitif dan peningkatan performa Ferrari, peluang tersebut kini terbuka lebar.
Hamilton sendiri tetap optimistis menghadapi balapan dan yakin Ferrari memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di barisan depan.
Penutup
Front row perdana Lewis Hamilton bersama Ferrari menjadi bukti bahwa faktor mental dan strategi personal dapat memainkan peran besar dalam performa seorang pembalap. Setelah awal akhir pekan yang sulit, keputusan sederhana untuk meninggalkan sirkuit sejenak justru membantunya menemukan kembali ritme terbaik.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada balapan utama di Barcelona. Apakah Hamilton mampu mengubah posisi start kedua menjadi kemenangan pertamanya bersama Ferrari? Jawabannya akan ditentukan di lintasan.
Referensi:
- Motorsport.com — “The trick behind Lewis Hamilton’s best qualifying result for Ferrari”