Aston Martin Menaruh Harapan pada Upgrade Besar

Musim 2026 menjadi era baru Formula 1 dengan regulasi teknis dan mesin yang berubah drastis. Aston Martin sendiri beralih menggunakan mesin Honda, tetapi transisi tersebut sejauh ini belum berjalan mulus. Berbagai laporan sepanjang musim menyebut adanya masalah getaran mesin dan manajemen energi yang menghambat performa tim.

Alonso bahkan memprediksi Aston Martin masih akan kesulitan dalam beberapa seri mendatang.

“Kami akan tiba di Austria dalam dua minggu dan mungkin masih berada di posisi terakhir saat kualifikasi,” ujarnya.

Komentar itu menunjukkan bahwa Alonso tidak menaruh ekspektasi tinggi dalam jangka pendek, meski tetap optimistis terhadap paket pengembangan yang akan datang.

Lance Stroll Akhirnya Kalahkan Alonso

Di Barcelona, rekan setim Alonso, Lance Stroll, berhasil mengungguli sang juara dunia untuk pertama kalinya dalam 42 sesi kualifikasi terakhir. Namun, Stroll mengaku pencapaian tersebut tidak terlalu berarti baginya mengingat Aston Martin tetap berada di barisan belakang.

Hasil ini sekaligus menegaskan betapa sulitnya musim 2026 bagi tim asal Silverstone tersebut. Aston Martin yang sebelumnya diproyeksikan menjadi penantang papan atas kini justru terjebak dalam krisis performa.

Penutup

Pernyataan keras Fernando Alonso menjadi gambaran nyata kondisi Aston Martin saat ini. Menyebut mobil dan mesin sendiri sebagai yang terburuk di Formula 1 merupakan kritik yang jarang terdengar dari seorang pembalap aktif.

Dengan regulasi baru 2026 yang menghadirkan tantangan besar, Aston Martin kini berpacu dengan waktu untuk memperbaiki kelemahan fundamental AMR26. Jika paket pembaruan yang dijanjikan gagal memberikan hasil, musim 2026 bisa menjadi salah satu periode tersulit dalam perjalanan tim tersebut di Formula 1.

Referensi:

  • Crash.net: “Worst car and worst engine – Fernando Alonso’s brutal Aston Martin verdict”