Red Bull Dinilai Melakukan Lompatan Besar

Sejak memutuskan membangun divisi mesin sendiri melalui Red Bull Powertrains, tim asal Milton Keynes itu menghadapi tantangan besar untuk bersaing dengan pabrikan mapan seperti Mercedes, Ferrari, dan Honda.

Namun hasil evaluasi FIA menunjukkan bahwa proyek tersebut berkembang lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

Hamilton bahkan menyebut pencapaian tersebut layak mendapatkan penghargaan karena Red Bull berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit diwujudkan dalam waktu sesingkat itu.

Keberhasilan tersebut juga diyakini tidak lepas dari perekrutan sejumlah insinyur berpengalaman yang sebelumnya bekerja di berbagai pabrikan besar Formula 1.

Ferrari Masih Tertinggal dalam Hal Downforce

Selain membahas soal mesin, Hamilton juga menyoroti area yang menurutnya masih menjadi kelemahan Ferrari dibandingkan rival utama mereka, terutama Mercedes.

Pembalap asal Inggris itu menilai masalah utama Ferrari bukan berada pada unit tenaga, melainkan pada aspek aerodinamika dan tingkat downforce mobil.

Menurut Hamilton, perbedaan tersebut terlihat jelas saat Grand Prix Monako. Ia mengamati bagaimana Andrea Kimi Antonelli mampu lebih cepat menginjak pedal gas saat keluar tikungan berkat kestabilan bagian belakang mobil Mercedes.

Kemampuan tersebut membuat Ferrari kesulitan mengikuti kecepatan rivalnya, terutama di sirkuit yang sangat bergantung pada performa aerodinamika.

Hamilton juga menyinggung paket pembaruan yang dibawa Ferrari pada beberapa balapan sebelumnya. Meski timnya bekerja keras menghadirkan peningkatan performa, Mercedes tetap mampu tampil sangat kompetitif bahkan sebelum membawa pembaruan besar mereka.

Persaingan Mesin F1 2026 Masih Terbuka

Meski FIA telah mengeluarkan evaluasi awal, persaingan antarpabrikan mesin Formula 1 2026 masih jauh dari kata selesai. Sistem ADUO justru dirancang agar produsen yang tertinggal dapat mengejar ketertinggalan melalui kesempatan pengembangan tambahan.

Situasi tersebut membuat posisi Red Bull sebagai benchmark belum tentu bertahan hingga akhir siklus pengembangan.

Mercedes, Ferrari, Audi, dan Honda masih memiliki waktu untuk meningkatkan performa unit tenaga mereka sebelum regulasi 2026 benar-benar mencapai tahap yang lebih matang.

Bagi Hamilton, hasil evaluasi FIA memang mengejutkan, tetapi ia menegaskan bahwa selisih performa di antara para pabrikan masih sangat kecil. Karena itu, pertarungan mesin pada era baru Formula 1 diperkirakan akan tetap berlangsung ketat dalam beberapa musim mendatang.