finnews.id – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, memastikan kondisi fisik Bukayo Saka terus dipantau secara hati-hati menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan salah satu pemain terpenting The Three Lions berada dalam kondisi terbaik saat turnamen dimulai.
Saka sebelumnya sempat mengalami cedera Achilles pada Maret lalu. Meski demikian, pemain Arsenal itu tetap mampu kembali bermain pada akhir musim dan membantu klubnya menuntaskan kompetisi domestik dengan baik.
Menurut Tuchel, proses pemulihan Saka masih terus berlangsung sehingga staf pelatih tidak ingin mengambil risiko yang dapat mengganggu kebugarannya selama turnamen.
“Kami masih harus sedikit berhati-hati dengan Bukayo yang mengalami cedera pada Maret dan membawanya sepanjang kampanye bersama klub,” ujar Tuchel.
Inggris Mulai Membangun Kekuatan Terbaik
Tuchel menjelaskan bahwa Saka tetap mengikuti sesi latihan bersama skuad Inggris. Program khusus yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik sang winger secara bertahap agar siap menghadapi pertandingan-pertandingan penting di Piala Dunia.
Pelatih asal Jerman tersebut juga mengungkapkan seluruh pemain saat ini berada dalam kondisi fit. Tidak ada keluhan cedera setelah laga uji coba sebelumnya, sehingga Inggris dapat mempersiapkan diri dengan lebih tenang.
Laga pemanasan melawan Kosta Rika menjadi kesempatan bagi Tuchel untuk menambah menit bermain sejumlah pemain sebelum pertandingan pembuka Grup melawan Kroasia pada 17 Juni.
Selain Saka, bek berpengalaman John Stones juga berpeluang mendapatkan waktu bermain lebih banyak untuk meningkatkan kebugaran pertandingan.
Baca Juga
Inggris Berani Bermimpi Raih Gelar Dunia
Meski optimistis dengan kualitas skuad yang dimiliki, Tuchel menolak menyebut Inggris sebagai favorit utama juara Piala Dunia 2026.
Menurutnya, pencapaian Inggris yang mampu mencapai dua final Kejuaraan Eropa secara beruntun membuktikan bahwa tim ini memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Namun, sejarah panjang tanpa gelar dunia sejak 1966 membuat Inggris belum layak dianggap sebagai unggulan utama.
Tuchel menilai kombinasi kerja keras, fokus, disiplin, dan sedikit keberuntungan bisa menjadi faktor yang membawa Inggris melangkah jauh di Amerika Utara.
“Kami berani bermimpi, tetapi mimpi itu harus dibarengi kerja keras, tanggung jawab, komitmen, dan disiplin,” tegas Tuchel.