finnews.id – Jorge Martin akhirnya bersiap menjalani debut balapnya bersama Aprilia pada MotoGP Qatar 2025 setelah absen panjang akibat cedera. Namun, di tengah antusiasme menyambut kembalinya sang juara dunia bertahan, muncul peringatan penting agar Aprilia tidak membiarkan ambisi Martin mengambil alih proses pemulihannya.
Pembalap asal Spanyol itu dijadwalkan kembali turun ke lintasan di Sirkuit Lusail setelah melewati serangkaian cedera yang membuatnya melewatkan tiga seri pembuka musim. Martin sebelumnya mengalami banyak patah tulang akibat kecelakaan pada hari pertama tes pramusim di Sepang, sebelum kembali mengalami cedera dalam insiden latihan menjelang MotoGP Thailand.
Kembalinya Martin ke paddock MotoGP disambut positif banyak pihak. Editor MotoGP Crash, Peter McLaren, menilai kehadiran sang juara dunia menjadi kabar baik bagi kejuaraan maupun Aprilia yang belum sempat melihat rekrutan bintangnya tampil dalam balapan resmi.
Menurut McLaren, tantangan terbesar Martin bukan hanya beradaptasi dengan motor Aprilia yang sangat minim ia kendarai sepanjang musim, tetapi juga kondisi fisiknya setelah menjalani masa pemulihan panjang.
“Pertanyaan terbesar adalah kebugarannya. Kita berbicara tentang sekitar 10 patah tulang dan cedera yang terjadi hanya beberapa hari sebelum MotoGP Thailand,” ujar McLaren dalam Crash MotoGP Podcast.
Ia menambahkan bahwa Martin kemungkinan masih mampu mencatatkan satu putaran cepat berkat determinasi dan pengalamannya. Namun, daya tahan tubuh untuk menyelesaikan balapan penuh menjadi tanda tanya besar.
Kebugaran Jadi Fokus Utama
Selain aspek fisik, faktor mental juga menjadi perhatian. Manajer Media Sosial Crash, Jordan Moreland, menilai tekanan mental saat kembali membalap setelah cedera berat sering kali lebih sulit dihadapi dibandingkan rasa sakit fisik.
Meski demikian, Moreland meyakini Martin memiliki kekuatan mental yang cukup untuk menghadapi tantangan tersebut.
Aprilia sendiri diperkirakan tidak akan membebani Martin dengan target hasil instan. Mengingat minimnya waktu berkendara yang ia miliki bersama RS-GP musim ini, proses adaptasi dipandang jauh lebih penting dibanding mengejar hasil besar pada akhir pekan balapan.