Setelah berkali-kali gagal di fase kualifikasi pada edisi-edisi sebelumnya, negara Asia Tengah ini akhirnya berhasil lolos dan akan bersaing di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Republik Demokratik Kongo.

Meski tiket kelolosan diraih di bawah arahan Timur Kapadze, tim berjuluk Serigala Putih ini sekarang dinakhodai oleh mantan kapten legendaris Italia, Fabio Cannavaro.

Sosok yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia dua dekade lalu itu diharapkan bisa menularkan mental juara kepada anak asuhnya.

Menjelang laga ini, Uzbekistan sebenarnya memiliki catatan yang cukup solid. Mereka hanya menelan dua kekalahan sejak tumbang dari Qatar pada kualifikasi zona Asia di akhir tahun 2024.

Kekalahan kedua baru saja mereka rasakan saat ditekuk Kanada 2-0, di mana sang kapten, Eldor Shomurodov, menyia-nyiakan dua peluang emas.

Kini, sebelum bertolak ke Kota Meksiko untuk laga pembuka grup, Uzbekistan harus melewati ujian berat lainnya di New York.

Badai Cedera Kedua Tim dan Kesiapan Skuad

Kabar baik berembus bagi Belanda setelah top skor sepanjang masa mereka, Memphis Depay, serta bek andalan Jurrien Timber, dinyatakan pulih dari cedera dan masuk ke dalam skuad. Kendati demikian, komposisi Belanda tetap pincang.

Jerdy Schouten yang menderita cedera ligamen lutut (ACL) harus absen bersama Matthijs de Ligt dan Xavi Simons.

Bek veteran Stefan de Vrij juga tidak dipanggil, sementara pemain Liverpool, Jeremie Frimpong, dicoret dari daftar.

Saat bersua Aljazair, Koeman kehilangan Denzel Dumfries karena sanksi kartu dan Timber yang terlambat bergabung setelah membela Arsenal di final Liga Champions.

Posisi bek kanan yang sempat diisi Mats Wieffer kemungkinan besar akan dikembalikan kepada Dumfries, yang rumornya akan segera berseragam Real Madrid dari Inter Milan.

Sementara itu, Fabio Cannavaro diprediksi akan menerapkan skema lima bek dengan mengandalkan bintang Manchester City, Abdukodir Khusanov, sebagai jenderal lini pertahanan.

Selain Khusanov, praktis hanya Eldor Shomurodov, top skor sepanjang masa Uzbekistan dengan 44 gol, dan gelandang Istanbul Basaksehir, Abbosbek Fayzullaev, penggawa Uzbekistan yang merumput di Eropa.