Pertanyaannya boleh pakai bahasa Jerman, Spanyol, Portugis, Inggris, atau Belanda tapi jawabnya dalam bahasa Indonesia. “Biasanya saya minta wartawannya membawa penerjemah,” katanya. Kalau tidak punya penerjemah lebih baik tidak jadi wawancara.

Hanya bahasa Prancis yang Daniel tidak mau belajar. Ia tidak suka dengan bahasa yang mengandung kesombongan. Karena itu ia tidak pernah jatuh cinta dengan wanita Prancis. Mungkin ia baru mau belajar bahasa Prancis kalau dimarahi Presiden Prabowo. (Dahlan Iskan)