Masalah Saat Start Sprint Race

Kesulitan Vinales pada Sprint Race juga diperparah oleh masalah perangkat start.

Pembalap Spanyol itu mengungkapkan bahwa perangkat depan motornya tidak langsung terlepas setelah start sehingga mengganggu beberapa tikungan awal.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai sebuah bencana karena membuatnya kehilangan banyak posisi sejak awal balapan.

Meski demikian, Vinales mencoba melihat sisi positif dari kejadian tersebut. Karena tertinggal dari rombongan utama, ia memiliki ruang lebih besar untuk menguji pengaturan motor yang berbeda selama Sprint Race.

Data yang diperoleh dari percobaan tersebut dianggap cukup berguna untuk memahami karakter RC16 dengan lebih baik.

Fokus Mencari Solusi

Vinales menegaskan bahwa dirinya bersama tim Tech3 KTM terus bekerja keras untuk menemukan cara meningkatkan performa.

Mantan pemenang banyak balapan MotoGP itu menyadari proses adaptasi tidak selalu berjalan mudah, terutama setelah absen cukup lama akibat cedera.

Padahal, sekitar satu tahun lalu Vinales sempat dianggap sebagai salah satu harapan terbesar KTM untuk bersaing di barisan depan MotoGP.

Kini tantangannya bukan hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga menemukan kembali kepercayaan diri dan pemahaman terhadap motor yang digunakannya.

Dengan masih tersisa banyak seri dalam musim 2026, Vinales berharap kerja keras yang dilakukan bersama tim dapat segera membuahkan hasil dan membawanya kembali ke posisi yang lebih kompetitif.

Penutup

MotoGP Hungaria menjadi akhir pekan yang sulit bagi Maverick Vinales. Meski kondisi bahunya terus menunjukkan perkembangan positif, pembalap Tech3 KTM itu masih kesulitan menemukan kecepatan yang dibutuhkan untuk bersaing di papan tengah, apalagi barisan depan. Fokus utamanya kini adalah memahami karakter KTM RC16 agar dapat kembali memaksimalkan potensinya di lintasan.

Referensi:

  • Crash.net — “Maverick Vinales ‘surprised’ by lack of MotoGP speed despite ‘not bad’ shoulder” oleh Alex Whitworth.